Pemerintah Qatar Undang Jusuf Kalla Hadiri Doha Forum 2017

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Qatar mengundang Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK untuk menghadiri Forum Doha pada Mei 2017. Forum ini akan membahas isu-isu politik, ekonomi maupun isu internasional dan regional.

    Undangan pada JK itu disampaikan Duta Besar Qatar untuk Indonesia Ahmed Jassim al-Hammar. "Saya menyampaikan pesan wakil emir Qatar untuk menyampaikan undangan untuk menghadiri Forum Doha," kata Ahmaed, Senin, 17 April 2017, di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta.

    Baca juga:
    BUMN Qatar Akusisi PT Paiton Energy Senilai Rp 17 Triliun

    Ahmed mengatakan pertemuan yang akan dilakukan pada 14-15 Mei 2017 itu akan dihadiri kepala negara, kepala pemerintahan, akademisi internasional, maupun wakil organisasi nasional. Forum Doha diharapkan bisa membuka forum yang lebih luas dari berbagai elemen pemerintahan ataupun masyarakat dalam membicarakan demokrasi dan peningkatan perdamaian di seluruh dunia.

    Dalam pertemuannya dengan Kalla, Ahmed juga membicarakan upaya peningkatan hubungan kedua negara. Ahmed mengatakan Indonesia dan Qatar mempunyai hubungan yang sangat baik. Meski begitu, kedua pihak berusaha mencari peluang kerja sama yang lebih luas untuk meningkatkan hubungan kedua negara.

    Dia mencontohkan dalam beberapa waktu terakhir, pemerintah Qatar menerima kunjungan dari wakil pimpinan DPR RI dan juga Menteri ESDM. "Tentunya tidak diragukan lagi hubungan ini akan semakin meningkatkan hubungan kedua negara," kata Ahmed.

    Terkait peluang investasi di Qatar di Indonesia, Ahmed mengatakan pihaknya telah melakukan investasi di sejumlah bidang. Diantaranya investasi Bank Qatar Nasional (QNB), dan Indosat Ooredo, Matahari Mall. "Kedepan kami menaruh perhatian atas peningkatan investasi ini," kata Ahmed.

    AMIRULLAH SUHADA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.