Kondisi Rumah Korban Pembunuhan Satu Keluarga di Medan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi berjaga di depan rumah korban pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Mabar, Medan, 9 April 2017. Polisi masih menyelidiki motif dan pelaku pembunuhan. ANTARA/Irsan Mulyadi

    Polisi berjaga di depan rumah korban pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Mabar, Medan, 9 April 2017. Polisi masih menyelidiki motif dan pelaku pembunuhan. ANTARA/Irsan Mulyadi

    TEMPO.CO, Medan - Rumah semipermanen yang ditinggalkan Rianto, 40 tahun, korban pembunuhan sekeluarga di Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, tidak akan disewakan atau dijual kepada orang lain.

    "Rumah tersebut hanya akan ditempati dan dirawat keluarga dan orang yang dianggap seperti saudara," kata Wagiman, 66 tahun, orang tua Rianto, saat ditemui di Mabar, Minggu, 16 April 2017.

    Baca: Ayah Korban Pembunuhan Satu Keluarga Ingin Andi Lala Dihukum Mati 

    Rumah yang saat ini masih belum dikosongkan itu, menurut dia, akan dijadikan kenangan atas peristiwa pembunuhan sekeluarga yang menghilangkan nyawa anak kesayangannya itu. "Rumah tersebut akan dijadikan pembangkit semangat hidup bagi keluarga agar semakin tabah dalam menghadapi segala cobaan yang diberikan Allah SWT," ucapnya.

    Wagiman berujar, rumah tersebut akan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dirawat. Ia mengaku tak bisa mengelola bangunan tersebut lantaran sudah tua dan tidak memiliki waktu. Selain itu, Wagiman telah memiliki rumah yang tidak terlalu jauh dari lokasi peristiwa pembunuhan yang sangat keji dan menggemparkan tersebut.

    Baca: Pelarian Sia-sia Andi Lala Si Pembunuh Sadis Satu Keluarga di Medan

    Menurut dia, rumah milik Rianto yang lumayan besar harus diurus orang yang masih berusia muda serta enerjik agar tetap bersih dan tidak kelihatan kumuh. "Saya sudah memiliki orang yang dapat dipercaya dan sudah seperti saudara untuk mengurus rumah tersebut. Kemungkinan dalam waktu dekat ini, dia akan diberi kunci rumah itu," tuturnya.

    Ia mengatakan rumah Rianto itu saat ini tampak seperti biasa-biasa saja dan tidak kedengaran hal-hal aneh.

    Pembunuhan terhadap keluarga Rianto terjadi pada Minggu, 9 April 2017. Warga Kelurahan Mabar dikagetkan oleh lima orang satu keluarga yang ditemukan tewas di rumah tersebut. Mereka adalah Rianto dan istrinya, Riyani, 35 tahun; dua anaknya, Syafa Fadillah Hinaya (15) dan Gilang Laksono (11); serta mertuanya, Marni (60). Selain itu, putri bungsu Rianto bernama Kinara, 4 tahun, ditemukan dalam kondisi kritis. Ia kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara, Medan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Pembala Jatuh, Marc Marquez Jaya di Catalunya, Barcelona

    Marc Marquez memenangi seri ketujuh balapan MotoGP di Sirkuit Catalunya, Barcelona pada 16 Juni 2019 yang diwarnai jatuhnya empat pebalap unggulan.