Tak Jawab Pertanyaan, Mahasiswa Langsung Bunuh Temannya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembunuhan menggunakan pisau. Tempo/Indra Fauzi

    Ilustrasi pembunuhan menggunakan pisau. Tempo/Indra Fauzi

    TEMPO.CO, Makassar - Ardianto alias Anto 22 tahun, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar (UNM), diduga telah membunuh temannya sendiri, Muhammad Iksan, di Kampung Gusung, Desa Taeng, Kecamatan Palangga, Kabupaten Gowa, Minggu, 16 April 2017.

    "Pelaku menikam temannya menggunakan badik," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Gowa Ajun Komisaris Darwis Akib, Senin, 17 April 2017.

    Baca juga:
    Bunuh Polisi, Anggota Satpol PP Pemkot Makassar Diadili

    Ia mengatakan kejadian itu bermula saat pelaku mendatangi korban dan menanyakan perihal masalahnya beberapa waktu lalu. "Tapi korban tak menanggapi pertanyaan pelaku," ucap Darwis.

    Pelaku kemudian menikam korban sebanyak tiga kali pada bagian perut. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit. Namun, dalam perjalanan, nyawa korban tak tertolong karena diduga kehabisan darah.

    Baca pula:
    Mahasiswa Pembunuh Dosen UMSU Dihukum Seumur Seumur Hidup

    Menurut Darwis, pelaku mencoba melarikan diri dengan menyeberangi Sungai Jeneberang dari Gowa menuju Kota Makassar setelah menikam korban. Namun aparat Polres Gowa berkoordinasi dengan Kota Makassar. Pelaku langsung diamankan di Koramil 1408 Tamalate.

    "Kami langsung jemput pelaku di Kantor Koramil lalu dibawa ke Polres Gowa," ujar Darwis. "Dugaan sementara motif pembunuhan adalah ingin balas dendam."

    Sebab, tutur Darwis, sebelumnya Iksan pernah menganiaya teman Anto bernama Andika. "Pelaku masih kami periksa dan amankan di kantor," ujarnya.

    Di tempat terpisah, pegawai Bagian Hubungan Masyarakat UNM, Ilda Sulaiman, mengakui bahwa pelaku memang masih terdaftar sebagai mahasiswa Jurusan Psikologi UNM angkatan 2012. Anto, menurut dia, merupakan anak yang pendiam. "Iya betul, dia mahasiswa UNM. Dia (Anto) baru mau berangkat KKN tahun ini," kata Ilda.

    Terkait dengan sanksi terhadap pelaku, ia menuturkan pihak kampus belum mengambil sikap karena menunggu hasil penyelidikan polisi. "Kalau memang terbukti bersalah, kemungkinan dia di-drop out (DO)," ucapnya.

    DIDIT HARIYADI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.