Longsor Nganjuk, Masa Pencarian Korban Ditambah Tiga Hari Lagi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga membantu memasang tanda bahaya di sekitar daerah longsor Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos,  Nganjuk, Jawa Timur, 9 April 2017. Longsor daerah pertanian seluas kurang lebih 3 hektar tersebut diduga menelan korban 5 orang. ANTARA/Prasetia Fauzani

    Warga membantu memasang tanda bahaya di sekitar daerah longsor Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Nganjuk, Jawa Timur, 9 April 2017. Longsor daerah pertanian seluas kurang lebih 3 hektar tersebut diduga menelan korban 5 orang. ANTARA/Prasetia Fauzani

    TEMPO.CO, Nganjuk - Masa pencarian korban tertimbun tanah longsor di Desa Kepel, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, diperpanjang hingga tiga hari ke depan, Rabu, 19 April 2017.

    "Kami sudah melakukan rapat koordinasi, dan untuk PPE (pencarian, penyelamatan dan evakuasi) untuk korban ada perpanjangan hingga tiga hari," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kabupaten Nganjuk Agus Irianto di Nganjuk, Ahad, 16 April 2017.

    Baca : Longsor Nganjuk, Bendungan Ambrol Ancam Tim Evakuasi

    Agus mengatakan, sesuai dengan rencana, pencarian korban tertimbun tanah longsor itu selesai hari ini, Ahad. Namun, tim mengadakan rapat lagi dan disepakati diperpanjang.

    Ia juga mengatakan, rapat itu dihadiri seluruh pihak terkait, misalnya dari TNI, Basarnas, relawan, hingga perwakilan keluarga. Acara itu dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0810 Nganjuk Letkol Arhanud (Arh) Sri Rusyono.

    "Perpanjangan itu juga atas persetujuan keluarga dan seluruh yang terlibat. Jadi, untuk relawan yang terlibat pun dimohon untuk bersedia tetap membantu secara sukarela," katanya.

    Agus menambahkan, hingga kini lima korban yang tertimbun tanah longsor tersebut belum ditemukan. Petugas masih berupaya melakukan pencarian korban.

    Simak juga : Banjir Bandang Aceh Tenggara, Gubernur Aceh: Stop Penebangan Liar

    Selain melibatkan personel yang banyak, pencarian juga dimudahkan dengan sudah adanya alat berat yang ada di lokasi longsor. Dua unit alat berat sudah di lokasi kejadian, dan menyusul lagi empat unit.

    "Jadi, alat beratnya itu ada enam, dua sudah bergerak dan empat kemungkinan besok juga sudah di lokasi bawah. Sementara, yang dua masih di atas," ujarnya.

    Ia pun menambahkan, selama proses pencarian korban sebenarnya cuaca juga mendukung. Namun, alat berat memang tidak bisa langsung ke lokasi longsor, sebab terkendala medan yang sulit.

    Jalan menuju ke lokasi naik turun. Selain itu, jalurnya juga sangat kecil, sehingga alat berat sulit masuk ke dalam lokasi longsor.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK, Tudingan Kubu Prabowo - Sandiaga soal Pilpres 2019

    Pada 16 Juni 2019, Tim kuasa hukum Prabowo - Sandiaga menyatakan mempersiapkan dokumen dan alat bukti soal sengketa Pilpres 2019 ke Sidang MK.