Novel Baswedan Diserang, Aktivis Yogya Minta Jokowi Bentuk TGPF  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Pusat Kajian Antikorupsi (PUKAT) Universitas Gadjah Mada bersama sejumlah lembaga swadaya masyarakat di Yogyakarta membentangkan poster kecaman terkait peristiwa penyiraman air keras yang menimpa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan di Kantor Pukat UGM, 11 April 2017. ANTARA FOTO

    Anggota Pusat Kajian Antikorupsi (PUKAT) Universitas Gadjah Mada bersama sejumlah lembaga swadaya masyarakat di Yogyakarta membentangkan poster kecaman terkait peristiwa penyiraman air keras yang menimpa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan di Kantor Pukat UGM, 11 April 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Puluhan aktivis Yogyakarta bersama jurnalis menggelar aksi solidaritas menuntut Presiden Joko Widodo segera bentuk Tim Gabungan Pencari Fakta untuk mengusut penyerangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan di depan Istana Gedung Agung Yogyakarta, Ahad, 16 April 2017.

    Mereka berdemonstrasi dengan mulut yang ditutup lakban dan membawa poster bergambar Novel Baswedan, yang bersanding dengan jurnalis Harian Bernas Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin. Demontran bergabung dalam Koalisi Masyarakat Untuk Udin (KAMU) dan Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi Yogya.

    Baca : Novel Baswedan Diserang, PUSaKO: Jokowi Harus Buat Tim Independen

    Setiap bulan pada tanggal 16, aktivis dan jurnalis yang berhimpun dalam Aliansi Jurnalis Independen Yogyakarta rutin menggelar aksi 16-an, aksi menuntut penyelesaian kasus Udin yang tewas diduga karena menulis secara kritis tentang isu korupsi. Sudah hampir tiga tahun pata aktivis dan jurnalis itu melakukan aksi demonstrasi. "Novel dan Udin punya semangat yang sama yakni melawan korupsi," kata Koordinator Umum aksi, Vitrin Haryanti.

    Ia mengutip pemberitaan di Koran Tempo. Dalam berita itu, Novel menyebut berani itu tidak mengurangi umur, takut juga tidak menambah umur. Jadi, kita tidak boleh menyerah. Jangan memilih takut, karena anda akan menjadi orang yang tidak berguna.

    Simak pula : Begini Kronologi Bentrok Massa HTI vs Banser GP Ansor di Makassar

    Vitrin menyatakan Presiden Jokowi ikut bertanggung jawab untuk membongkar tuntas semua bentuk teror terhadap aktivis anti-korupsi dari kasus pembunuhan Udin hingga penyerangan terhadap novel.

    Penyidik KPK, Novel Baswedan, disiram air keras oleh dua orang tak dikenal seusai salat subuh berjamaah di masjid sekitar rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa, 11 April 2017 lalu. Novel kini dirawat di Singapura.

    SHINTA MAHARANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.