Temui Komnas HAM, 100 Warga Kendeng Pro Pabrik Semen ke Jakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekelompok warga Rembang membawa spanduk dukungan saat menggelar aksi di depan Istana Negara, Jakarta, 20 Maret 2017. Mereka mendukung berdirinya pabrik semen di kawasan Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah. TEMPO/Amston Probel

    Sekelompok warga Rembang membawa spanduk dukungan saat menggelar aksi di depan Istana Negara, Jakarta, 20 Maret 2017. Mereka mendukung berdirinya pabrik semen di kawasan Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Solo - Warga di sekitar pabrik milik PT Semen Indonesia di Rembang berangkat ke Jakarta untuk ke kantor Komnas Hak Asasi Manusia. Mereka ingin menyuarakan kepentingan warga yang setuju dengan keberadaan pabrik semen tersebut.

    "Hari ini mereka berangkat ke Jakarta," kata Koordinator Tim Pembela Aset Negara Ahmad Michdan saat ditemui di Surakarta, Ahad 16 April 2017. Rencananya, mereka akan mengunjungi kantor Komnas HAM pada Senin, 17 April 2017.

    Baca :
    Polemik Semen Rembang, Direktur PT Semen Indonesia Bicara Ini
    Kenang Patmi, Peserta Aksi Dipasung Semen 2 Pasang Nisan

    Jumlah warga yang berangkat ke Jakarta menurutnya mencapai 100 orang. "Mereka menggunakan dua bus," katanya. Para warga itu berasal dari desa-desa yang berada di ring 1 pabrik, seperti Kadiwono, Tegaldowo, Timbrangan, Pasucen dan Kajar.

    Advokat itu mengaku saat ini pihaknya sudah mendapat surat kuasa dari para warga pendukung pabrik semen di lima desa itu. "Mereka ingin suaranya juga diperjuangkan," kata dia.

    Selama ini, lanjutnya, rekomendasi-rekomendasi yang dikeluarkan oleh Komnas HAM terkait pabrik semen tidak pernah melibatkan warga sekitar yang pro pabrik semen. "Padahal mereka merupakan warga terdekat," katanya.

    Sementara, kelompok yang kontra dengan keberadaan pabrik semen terus menyuarakan kepentingannya dengan cukup kencang. "Padahal domisili mereka juga belum jelas," katanya.

    Simak juga : Libur Paskah 2017, Pengunjung Pantai Padang Membludak

    Dia berharap semua pihak memandang persoalan pabrik semen Badan Usaha Milik Negara itu secara proporsional. "Yang terjadi saat ini, warga di berbagai kota ikut menolak keberadaan pabrik semen tanpa pernah tahu persoalannya," katanya.

    Michdan menyebut tingkat kesejahteraan masyarakat meningkat dengan keberadaan pabrik semen. Beberapa sekolah baru juga telah didirikan. "Persoalan lingkungan juga tidak ada masalah setelah adanya perbaikan-perbaikan," katanya.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.