GP Ansor Ikut Mengamankan Perayaan Hari Paskah di Kota Kupang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Umat Katolik memvisualkan kisah sengsara Isa Almasih di pelataran Gereja Salib Suci, Gunung Sempu, Bantul, Yogyakarta, 14 April 2017. Pementasan kisah sengsara tersebut bagian dari rangkaian peringatan Tri Hari Suci Paskah. TEMPO/Pius Erlangga

    Umat Katolik memvisualkan kisah sengsara Isa Almasih di pelataran Gereja Salib Suci, Gunung Sempu, Bantul, Yogyakarta, 14 April 2017. Pementasan kisah sengsara tersebut bagian dari rangkaian peringatan Tri Hari Suci Paskah. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Kupang - Umat muslim di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), turut ambil bagian dalam menjaga kenyamanan perayaan Paskah, Minggu, 16 April 2017. Mereka membantu aparat kepolisian melakukan pengamanan di sejumlah gereja di Kota Kupang.

    Umat muslim yang turut melakukan pengamanan berasal dari Gerakan pemuda Ansor, Bajawa Street Boys (BSB), dan pemuda lintas agama, seperti Hindu Darma. GP Ansor dan BSB mengerahkan ratusan anggota untuk berjaga di sejumlah gereja. "Ada ratusan personel yang kami terjunkan untuk membantu pengamanan Paskah," kata Ketua GP Ansor NTT Abdul Muis.

    Baca: Paskah 2017, Pemuda di Kupang Gelar Tablo tentang Yesus

    Menurut dia pengamanan terhadap perayaan hari besar agama lain sudah beberapa kali dilakukan GP Ansor. Kemajemukan di NTT, menurut dia, harus tetap dijaga dan dibina, salah satu caranya dengan membantu mengamankan perayaan Paskah.

    Sebaliknya, kata dia, biasanya saat Lebaran, pemuda Kristen juga membantu melakukan pengamanan. "Sudah dilakukan pemuda di NTT beberapa tahun terakhir ini," katanya.

    Simak: Libur Hari Raya Paskah, Pengunjung Pantai Padang Membeludak

    Ketua Pemuda BSB Family Mikhael Jhon Deru berujar, bagi organisasinya, partisipasi mengamankan Paskah ini merupakan langkah awal. "Anggota kami dari berbagai lintas agama, sehingga mereka yang muslim membantu melakukan pengamanan," ujarnya.

    Hal serupa juga, menurut dia, akan dilakukan BSB khususnya yang beragama Kristen untuk melakukan pengamanan saat Lebaran nanti. "Kami ingin kerukunan umat beragama yang telah terjaga tetap dibina," ujarnya.

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.