'Pemakaman' Tan Malaka di Limapuluh Kota Diakhiri Kegiatan Haul  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga yang sedang membawa makanan dan hasil kebun melintas di depan rumah Tan Malaka di Nagari Pandam Gadang, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat dalam upacara adat pemberian mandat kepada tim delegasi penjemput jasad Tan Malaka. TEMPO/Hari Tri Wasono

    Warga yang sedang membawa makanan dan hasil kebun melintas di depan rumah Tan Malaka di Nagari Pandam Gadang, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat dalam upacara adat pemberian mandat kepada tim delegasi penjemput jasad Tan Malaka. TEMPO/Hari Tri Wasono

    TEMPO.CO, Padang - Pahlawan nasional Ibrahim Tan Malaka akhirnya "dimakamkan" di tanah kelahirannya, Nagari Pandam Gadang, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Prosesi pejemputan dan pemulangan jasad  Tan  ditutup dengan kegiatan haul  pada Selasa-Minggu, 11-16 April 2017, yakni pembacaan doa, zikir dan ziarah di makam Tan Malaka.

    Baca: Politikus Demokrat Pimpin Pemindahan Jasad Tan Malaka

    Rangkaian pemulangan jasad Tan Malaka dari  Desa Selopanggung, Kabupaten Kediri diawali sejak Selasa, 21 Februari 2017. Upacara adat penjemputan  diikuti keluarga Tan Malaka dan tokoh adat.

    Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan mengatakan saat itu dilakukan pengambilan segumpal tanah pekuburan untuk dibawa ke Nagari Pandam Gadang. Sebab, menurut syariat Islam, tidak boleh melakukan penggalian terhadap mayat, makam, kuburan dan jasad lebih dua kali.

    Yang dibolehkan hanya membawa unsur dari manusia itu sendiri, yakni air, angin dan tanah. Meskipun yang dibawa hanya unsur tanah, kata dia, prosesinya tetap seperti memakamkan  jenazah pada umumnya.

    Simak: Fadli Zon Resmikan Makam Tan Malaka

    Pemakaman dilakukan pada Rabu, 1 Maret 2017. Tan dimakamkan secara syariat Islam dan adat di depan rumah gadang Tan Malaka di Nagari Pandam Gadang.

    "Secara syariat Islam dan adat Minangkabau jasad telah sah terbawa. Yang kami lakukan dengan membawa tanah itu, dilakukan pula oleh bangsa lain atau terhadap pahlawan lainnya," ujarnya.

    Enam hari kemudian dilakukan pemindahan makam ibunya, Rangkayo Sinahdan. Pada 14 Maret 2017 makam ayahnya H.M Rasa juga dipindahkan. Sehingga makam Tan Malaka bersanding dengan kedua orang tuanya.

    Dengan "dimakamkannya" Tan Malaka di kampung halamannya, berarti makam Bapak Republik itu ada dua, yakni di Selopanggung, Kabupaten Kediri dan Nagari Padam Gadang, Kabupaten Limapuluh Kota.  Namun, Ferizal mengklaim bahwa makam Tan Malaka hanya yang terletak di Padam Gadang. "Yang di Kediri itu  petilasan," ujarnya.

    Lihat: Pemindahan Makam Tan Malaka Diminta Seusai Tes DNA

    Haul penutup dan syukuran ini diikuti oleh ribuan orang. Turut hadir Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan rombongan Raja Undang Naning Malaka Malaysia beserta raja adat dari Negeri Sembilan Malaysia.

    Selain itu juga digelar peresmian patung Tan Malaka dan juga peluncuran Tan Malaka House and Library sebagai museum, taman bacaan, dan pusat kajian ekonomi kerakyatan.

    Fadli Zon mengatakan Tan Malaka adalah tokoh penting dalam pendirian Republik Indonesia. Tan Malaka ditetapkan sebagai pahlawan nasional, berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 53, yang ditandatangani Presiden Soekarno 28 Maret 1963.

    "Tan Malaka adalah seorang nasionalis muslim. Ia pemikir awal sebelum kemerdekaan Indonesia yang memiliki konsep tentang negara republik," ujarnya.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.