Riau Bakal Memiliki Embarkasi Haji 2018, Ini Persiapannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau. TEMPO/Tony Hartawan

    Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Pemerintah Riau menargetkan memiliki Embarkasi Haji Antara pada tahun 2018 nanti. Riau hingga kini terus berupaya mendorong pembangunan infrastruktur baik itu bandara maupun asrama haji sebagai persyaratan embarkasi sendiri.

    "Berbagai upaya telah kami lakukan, insyaallah tahun 2018 Riau ditetapkan jadi Embarkasi Antara," kata Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Sabtu, 15 April 2017.

    Pria yang akrab disapa Andi itu menilai Riau sudah layak memiliki embarkasi haji lantaran jumlah jamaah calon haji asal Riau setiap tahunnya mencapai sekitar 5000 orang. Selain itu, kata dia, penghematan anggaran hingga mencapai puluhan miliar rupiah bisa dilakukan jika jamaah calon haji asal Riau menggunakan Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru sebagai embarkasi.

    Baca: Biaya Haji Indonesia Termahal di Makassar, Termurah di Aceh  

    "Para jamaah calon haji asal Riau tidak perlu diinapkan lagi di Batam," ujarnya.

    Menurut Andi, Pemerintah Riau sudah mengupayakan memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah untuk memiliki embarkasi haji seperti landasan pacu (runway) Bandara SSK II minimal harus 2.600 meter agar pesawat berbadan besar untuk mengangkut jamaah calon haji bisa mendarat.

    Saat ini, kata Andi, runway Bandara SSK II sudah mencapai 2.600 meter tapi yang efektif dipakai masih 2.240 meter. Untuk itu dia menambahkan, pihak Nav Air Bandara SSK II bersama PT Angkasa Pura (AP) II diminta segera memindahkan Instrument Landing System (ILS) dari 2.240 meter ke 2.600 meter.

    "Sampai saat ini, Pemprov Riau menunggu niat baik pihak Nav Air," jelasnya.

    Jika ILS sudah dipindahkan, tutur Andi, maka pihak PT AP II harus membangun tempat pesawat memutar (turning area). Diharapkan tahun ini, PT AP II bisa membangun turning area tersebut.

    Baca: Di Bojonegoro, Naik Haji Harus Tunggu 24 Tahun

    Selain itu, ketebalan runway minimal harus 72, sementara saat ini runway Bandara SSK II baru 62. Sesuai informasi, tahun ini PT AP II akan meningkatkan menjadi 68. Diharapkan, pada 2018 mendatang ketebalannya sudah mencapai 72.

    "Riau tentu harus memiliki asrama haji untuk tempat menginap para JCH. Terkait hal ini, Pemprov Riau sudah menghibahkan tanah kepada pihak Kemenag RI untuk dibangun asrama haji. Kemenag juga sudah berjanji segera membangun asrama haji ini dengan menggunakan dana dari APBN," ucapnya.

    Menurut Andi, sudah saatnya Riau menjadi embarkasi agar para jamaah calon haji asal Riau mendapat banyak kemudahan. Kondisi saat ini jamaah calon haji asal Riau mengeluarkan dana ekstra karena harus menggunakan jalur laut menuju Batam, terutama jamaah haji asal Riau pesisir seperti Bengkalis, Siak, Dumai dan lainnya.

    "Saya yakin keinginan ini segera terwujud," ujarnya.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.