Novel Baswedan Diserang, PUSaKO: Jokowi Harus Buat Tim Independen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjuk rasa yang tergabung dalam Masyrakat Anti Korupsi (MARS) sulsel menggelar aksi solidaritas unruk Novel Baswedan di Makassar, Sulawesi Selatan, 11 April 2017. Dalam aksi tersebut mereka meminta Presiden Jokowi melalui Kapolri untuk mengusut tuntas terkait kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan yang merupakan anggota KPK. TEMPO/Iqbal Lubis

    Pengunjuk rasa yang tergabung dalam Masyrakat Anti Korupsi (MARS) sulsel menggelar aksi solidaritas unruk Novel Baswedan di Makassar, Sulawesi Selatan, 11 April 2017. Dalam aksi tersebut mereka meminta Presiden Jokowi melalui Kapolri untuk mengusut tuntas terkait kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan yang merupakan anggota KPK. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Padang - Pejabat Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Universitas Andalas, Feri Amsari mendesak Presiden Joko Widodo untuk membentuk tim independen untuk mengusut kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan. "Agar kasus ini bisa segera terbongkar," kata Feri.

    "Presiden harus segera membentuk tim gabungan indepeden untuk mengusut penyerangan terhadap Novel Baswedan," ujar Feri, Sabtu, 15 April 2017.

    Baca juga:

    Presiden Jokowi Minta Polisi Cari Penyerang Novel Baswedan
    Novel Baswedan Diserang, Busyro: Kapolri Harus Turun Tangan

    Menurutnya, tidak hanya Polri yang bekerja mengusut kasus tersebut. Namun, ada tim yang lebih independen ikut mencari pelaku dan dalang di balik teror terhadap Novel.

    Apalagi Feri menduga kasus ini kental dengan unsur politis. Patut diduga terkait sejumlah kasus korupsi yang ditangani Novel.

    Baca pula:
    Novel Baswedan Disiram Air Keras, Busyro: Jokowi Turun Tangan


    Kabar Novel Baswedan Disampaikan ke Presiden Jokowi, Reaksinya...

    "Tidak hanya kasus KTP elektronik (e-KTP), tapi ada sejumlah kasus besar lainnya," ujar lulusan William and Mary Law School, Virginia, Amerika Serikat itu.

    Feri mengatakan, tim ini bisa diisi para tokoh yang berintegritas dan aktif sebagai penggiat korupsi. Ia menyebut sejumlah tokoh, seperti mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Mantan Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas dan sosiolog Imam Prasodjo.

    Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi itu disiram air keras orang tak dikenal Selasa subuh lalu. Ia mengalami gangguan terhadap penglihatan dan kini tengah dirawat lanjutan di sebuah rumah sakit mata di Singapura.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga