Polisi Telusuri Dua Penguntit Novel Baswedan yang Terekam Kamera

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik KPK Novel Baswedan, saat tiba di Jakarta Eye Center  Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 11 April 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    Penyidik KPK Novel Baswedan, saat tiba di Jakarta Eye Center Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 11 April 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Penguntit Novel Baswedan telah mengintai lingkungan rumah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi itu sejak setidaknya dua bulan lalu. Tetangga Novel, Lomri, 57 tahun, mengatakan dua orang asing pernah duduk-duduk dengan tujuan tak jelas di kursi beton, sekitar 30 meter dari rumah Novel. "Mereka duduk lama, sekitar dua jam. Dari sebelum magrib sampai selesai isya," kata Lomri kepada Tempo, Jumat, 14 April 2017.

    Lomri tak ingat waktu persisnya dua orang itu nongkrong di sana. Yang ia ingat, ketika itu hari kerja, bukan hari libur. Dua orang asing itu tampak memarkir sepeda motornya di dekat warung soto, duduk di kursi, dan merokok. Menurut Lomri, tatapan mata dua orang itu banyak mengarah ke rumah Novel.

    Baca: Selidiki Kasus Novel Baswedan, Polisi Periksa Lokasi Kejadian Empat Kali

    Menurut Lomri, satu dari dua pria asing itu berbadan agak tambun, berkulit putih, rambutnya lurus, dan mengenakan celana putih. Pria lainnya berkulit hitam, berbadan sedikit lebih tinggi, dan berambut cepak. "Yang hitam mirip dengan foto ini," kata Lomri sambil menunjuk foto yang Tempo perlihatkan.

    Dalam foto itu, pria berkulit hitam tersebut sedang duduk di pelataran rumah Yono, tetangga yang rumahnya menghadap rumah Novel di Jalan Deposito, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Yono tak bisa dimintai konfirmasi karena sedang berada di Semarang. Lomri tak bisa memastikan apakah dua pria itu yang menyiram air keras ke Novel.

    Eko Julianto, 25 tahun, tetangga lain, mengatakan sempat lewat di dekat kedua pria asing itu sebelum penyerangan terhadap Novel terjadi. Dua orang itu memarkirkan sebuah sepeda motor dan bersandar di jembatan yang tak jauh dari masjid. "Usai salat, saya pulang lebih dulu dari masjid karena mau ke kamar mandi. Saya lewat jembatan," kata Eko.

    Baca: Teror terhadap Novel, Polisi: Tetangga Lihat Korban Diintai

    Ciri fisik kedua pria asing itu, kata Eko, mirip dengan yang dideskripsikan Lomri. "Saya ingat karena bagi saya aneh. Mereka tidak sedang berkendara, tapi memakai helm ketika hari masih subuh," kata Eko.

    Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Muhammad Iriawan mengatakan telah mengantongi foto pengintai itu. Foto itu diperoleh dari Novel, yang mengambil tindakan preventif karena curiga diintai sejak dua pekan lalu. "Kami telah memeriksa 16 saksi dalam kasus teror ini," kata Iriawan. Polisi juga sedang menguji kadar air keras jenis asam sulfat yang disiramkan ke Novel dari cangkir blirik hijau yang ditinggalkan pelaku.

    Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengatakan tim khusus juga telah mengantongi rekaman kamera pengawas yang terpasang di rumah Novel. Meski tak merekam penyerangan yang terjadi 15 meter dari rumah itu, polisi akan merunut rekaman hingga beberapa hari sebelumnya. "Sambil kami dalami orang-orang yang berpotensi berseberangan dengan Novel," kata Tito.

    INDRI MAULIDAR | INGE KLARA SAFITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 1.087 Fintech P2P Lending Dihentikan sejak 2018 hingga 2019

    Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing mengatakan dari 2018 hingga 2019, sebanyak 1.087 entitas fintech P2P lending ilegal telah dihentikan.