Ada Kabar 'Calon Pengantin' Berkeliaran, Polres Klaten Waspada  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anggota kepolisian. ANTARA/Noveradika

    Ilustrasi anggota kepolisian. ANTARA/Noveradika

    TEMPO.CO, Klaten - Berupaya memberikan jaminan rasa aman kepada masyarakat selama masa perayaan Paskah, Kepolisian Resor Klaten menggelar patroli skala besar pada Jumat, 14 April 2017. Patroli dengan iring-iringan seratusan sepeda motor dan mobil itu menyusuri jalan-jalan di sejumlah kecamatan di Klaten sejak pagi hingga siang.

    “Ada sekitar 300 personel gabungan dari Satuan Lalu Lintas dan Dalmas (Pengendali Massa) yang dilibatkan. Skema patroli besar ini diprioritaskan ke tempat ibadah dan obyek wisata. Tujuannya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mengantisipasi berbagai kerawanan selama libur panjang,” kata Kepala Bagian Operasi Polres Klaten, Komisaris Prayudha Widiatmoko.

    Baca juga: Cegah Insiden Teroris Tuban Terulang, Patroli Klaten Berpasangan

    Prayudha mengatakan, patroli besar itu juga sebagai unjuk kekuatan (show of force) Polres Klaten untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa negara hadir untuk memberikan perlindungan selama perayaan Paskah. “Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, jangan mudah terpancing kabar yang belum dipastikan kebenarannya,” kata Prayudha.

    Seperti diketahui, pada Kamis malam, beredar pesan berantai melalui aplikasi WhatsApp yang menyatakan wilayah Solo Raya dalam status siaga karena ada tiga calon pengantin (pelaku bom bunuh diri) yang berkeliaran selama Paskah. Dalam pesan berantai itu juga dicantumkan peringatan kepada anggota kepolisian untuk meningkatkan kewaspadaan.

    Dikonfirmasi ihwal pesan berantai tersebut, Prayudha tidak serta-merta membantah atau menyebutnya sebagai kabar palsu (hoax). “Kami masih menyelidiki kebenarannya. Sampai saat ini masih dalam penyelidikan pihak intelijen,” kata Prayudha kepada Tempo.

    Meski sumber pesan berantai itu belum bisa dipastikan, Prayudha meminta masyarakat untuk tidak lantas mengabaikannya. “Kita tidak boleh underestimate untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk. Tapi untuk kebenarannya, kami masih menunggu proses investigasi dari Satuan Intel,” kata Yudha.

    Selain dari kepolisian, beberapa organisasi masyarakat juga turut terlibat dalam pengamanan sejumlah gereja. Salah satunya Paguyuban Pemuda Lintas Iman Jogo Boyo dari Desa Gatak, Kecamatan Delanggu, Klaten. “Kami sifatnya sukarela. Tidak hanya saat Paskah, kami juga terjun dalam perayaan hari besar agama lain,” kata Koordinator Jogo Boyo, Seno Guntoro, saat ditemui Tempo di halaman Gereja Katolik Santo Joannes Rasul Delanggu.

    DINDA LEO LISTY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.