Ini Ukuran Lahan Untuk Relokasi Korban Longsor Ponorogo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil pengangkut anjing pelacak K-9 yang terperosok di lokasi bencana longsor Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, 10 April 2017. Mobil itu ikut terseret ketika longsor susulan terjadi pada Ahad (9/4) kemarin. TEMPO/Nofika Dian Nugroho

    Mobil pengangkut anjing pelacak K-9 yang terperosok di lokasi bencana longsor Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, 10 April 2017. Mobil itu ikut terseret ketika longsor susulan terjadi pada Ahad (9/4) kemarin. TEMPO/Nofika Dian Nugroho

    TEMPO.CO, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Ponorogo telah sepakat untuk relokasi permanen warga korban longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, mengatakan bantuan pembangunan rumah akan diberikan kepada 36 kepala keluarga (KK) yang menjadi korban longsor.

    “Luas lahan berukuran 8x6 meter dan akan dibangun dengan tipe 48,” kata Soekarwo saat ditemui di Gedung Negara Grahadi, Kamis, 13 April 2017.

    Baca: Evakuasi 24 Korban Longsor Ponorogo Dihentikan

    Saat ini, Soekarwo menambahkan, terhitung masih 24 KK yang siap terkait lahannya untuk direlokasi. Menurut dia, 12 KK sisanya masih dalam upaya pencarian lahan oleh Pemkab Ponorogo. “Kami sudah meminta pak Bupati segera mencarikan untuk yang 12 ini, kata beliau dalam seminggu akan dilaporkan,” ujar Soekarwo.

    Setelah semua lahan sudah siap, Soekarwo mengatakan, maka pembangunan rumah akan segera di dirikan oleh TNI. Pembangunan rumah untuk warga korban longsor Ponorogo tersebut akan memakan waktu kurang lebih selama dua minggu.

    “Setiap rumah diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp 85,24 Juta,” kata Soekarwo.

    Baca: Longsor Ponorogo, Cerita Pilu Ibu Muda Kehilangan

    Selain bantuan tempat tinggal, Soekarwo menuturkan, Pemprov Jatim juga memberikan bantuan biaya hidup sebesar Rp 900.000 untuk 108 pengungsi 36 KK setiap bulan. Menurut dia, bantuan biaya hidup tersebut akan diberikan selama 6 bulan.

    “Sedangkan untuk 220 warga yang tidak terdampak langsung dan berada di daerah rawan bencana juga mendapat bantuan selama 3 bulan,” Soekarwo berujar.

    Gubernur Jatim yang juga akrab disapa Pakde Karwo menambahkan, Pemprov Jatim juga memberikan santunan bagi korban meninggal dunia, masing-masing mendapatkan santunan sebesar Rp 10 juta.

    “Korban yang meninggal sejumlah 28 orang dan juga mendapat santunan,” kata Soekarwo.

    Ketika disinggung soal penghentian evakuasi, Soekarwo mengatakan, hal tersebut sudah disepakati oleh para tim penyelamat dan juga warga korban longsor. “Sudah dibicarakan, dan mereka juga setuju,” kata Soekarwo.

    JAYANTARA MAHAYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.