Novel Baswedan Disiram Air Keras, Bambang: Koruptor Serang Balik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah aktivis anti korupsi menggelar aksi solidaritas untuk Novel Baswedan di depan Gedung KPK Jakarta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Sejumlah aktivis anti korupsi menggelar aksi solidaritas untuk Novel Baswedan di depan Gedung KPK Jakarta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Bambang Widjojanto, mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi menegaskan untuk seluruh jajaran KPK mewaspadai adanya serangan balik koruptor, terutama setelah peristiwa penyidik KPK Novel Baswedan disiram air keras, suisai salat subu Selasa, 11 April 2017, lalu. "Itu sinyal serangan balik koruptor, mencapai derajat yang kian mengkhawatirkan sekali,” kata Bambang kepada Tempo, Kamis, 13 April 2017.

    "Saatnya Pimpinan KPK makin aware untuk berpihak tegak lurus pada penyidik otentik KPK. Jangan ragukan mereka, berikan dukungan sepenuh-penuhnya dan lindungi secara absolute,” kata Bambang Widjojanto, menegaskan.

    Baca juga:
    Novel Baswedan Diteror, Bambang Widjojanto Ingat Dirinya

    Menurutnya, kejadian yang  menimpa Novel  Ini tantangan bagi aparat keamanan karena disetiap upaya penyidik KPK membongkar kasus grand corruption akan selalu muncul pukulan balik.

    "Jika aparat tidak berhasil mengungkapnya, maka pembiaran atas kejahatan ini kian sempurna dilakukan dan lembaga penegakan hukum telah gagal menjalankan fungsi utamanya,” kata Bambang.

    Baca pula:

    Dukungan untuk Novel Baswedan, Waspada Serangan Balik Koruptor

    Bambang mengungkapkan, inilah saatnya menyatukan langkah dan kekuatan lapisan masyarakan antikorupsi. “Koruptor telah terkonsolidasi. Menyelamatkan Novel adalah menyelamatkan penyidik otentik KPK dan sekaligus menyelamatkan upaya pemberantasan korupsi,” kata mantan pimpinan KPK tersebut.

    Para koruptor yang melakukan serangan balik itu, menurut Bambang Widjojanto ada yang dilupakan. “Mereka lupa sebagian besar nyali para penyidik KPK tidak akan pernah luruh dan resah oleh ancaman kekerasan walau nyawa sekalipun sebagi taruhannya,” kata Bambang, menegaskan.

    S. DIAN ANDRYANTO

    Simak:

    Novel Baswedan Diserang, Hamdan: Negara Terancam Bahaya Mafia

    Novel Baswedan Diserang, ACC Sulsel: Waspada Musuh Dalam Selimut

    Video Terkait:
    Sejumlah LSM Gelar Aksi Solidaritas untuk Novel Baswedan di Depan Gedung KPK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.