Setelah Novel Baswedan Diserang, KPK Bahas Perlindungan Penyidik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Agus Rahardjo saat memberikan sambutan pada acara Anti-Corruption Summit 2016 di kampus UGM Yogyakarta. TEMPO/Handwahyu

    Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Agus Rahardjo saat memberikan sambutan pada acara Anti-Corruption Summit 2016 di kampus UGM Yogyakarta. TEMPO/Handwahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo mengatakan pihaknya sedang membicarakan mekanisme perlindungan terhadap penyidik di lembaganya. Menurut dia, mitigasi perlindungan tak hanya untuk penyidik, tapi juga data dan aset di komisi antirasuah.

    "Kami sudah bicarakan protokol perlindungannya, dan bukan hanya personel, tapi juga data dan aset KPK," kata Agus seusai acara Ngobrol Santai Generasi Anti-Korupsi di markas grup band Slank di Jalan Potlot III, Jakarta Selatan, Rabu, 12 April 2017.

    Baca juga:
    Novel Baswedan Diteror, Ketua KPK: Penyerang Salah Sasaran
    Ketua KPK Agus Rahardjo: Ada yang Usul Novel Baswedan Dipecat

    Ia menuturkan pengamanan terhadap personel KPK akan ditambah. Ia mencontohkan penyidik yang aktivitasnya sering tersorot publik, seperti Novel Baswedan, berisiko besar menjadi sasaran teror. "Nanti akan ada penambahan pengamanan, akan ada yang melekat," katanya.

    Peningkatan perlindungan terhadap penyidik KPK dilakukan pasca-insiden penyiraman air keras oleh dua orang tak dikenal kepada Novel pada Selasa kemarin. Teror ini bukan teror pertama untuk Novel, yang mengalami ancaman ketika menangani kasus korupsi besar.

    Pasca-insiden tersebut, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan akan meningkatkan perlindungan terhadap para penyidik dengan pengawalan. Bentuknya, memberi pengawal atau ajudan pribadi saat menyidik kasus besar yang melibatkan orang penting.

    ARKHELAUS W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.