SBMPTN, Calon Peserta Harus Perhatikan Ini Saat Mendaftar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta memeriksa kelengkapan saat melaksanakan ujian SBMPTN berbasis komputer di ITB, Bandung, Jawa Barat, 31 Mei 2016.  Panitia Lokal 34 Bandung menyiapkan 2.304 ruangan yang akan digunakan oleh 46.056 peserta ujian seleksi yang tersebar di Bandung sebanyak 218 lokasi dan Tasikmalaya 15 lokasi. TEMPO/Prima Mulia

    Peserta memeriksa kelengkapan saat melaksanakan ujian SBMPTN berbasis komputer di ITB, Bandung, Jawa Barat, 31 Mei 2016. Panitia Lokal 34 Bandung menyiapkan 2.304 ruangan yang akan digunakan oleh 46.056 peserta ujian seleksi yang tersebar di Bandung sebanyak 218 lokasi dan Tasikmalaya 15 lokasi. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Solo - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi mulai membuka pendaftaran online untuk peserta ujian tulis Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Ketua Panitia Pusat SBMPTN Ravik Karsidi mengatakan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pendaftar.

    "Saat mendaftar online, calon peserta diminta mencetak slip pembayaran," katanya saat ditemui di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Rabu 12 April 2017.

    Baca juga: Universitas Udayana Terima 5.770 Mahasiswa Baru Melalui SBMPTN

    Menurut Ravik, slip tersebut memuat Kode Pembayaran yang diperlukan untuk melakukan pembayaran biaya seleksi. Pembayaran sebesar Rp 200 ribu itu dilakukan di bank yang telah bermitra, yaitu Bank Mandiri, Bank BNI atau Bank BTN. Pembayaran dilakukan dengan membawa slip yang telah dicetak.

    "Pembayaran harus dilakukan paling lambat tiga hari setelah mendaftar," katanya mengingatkan. Jika terlambat, calon peserta harus mengulangi lagi proses pendaftaran dari awal. "Lebih baik jangan terlambat daripada kerepotan," katanya.

    Selain itu, dia juga meminta calon peserta mendaftar sebelum batas akhir waktu pendaftaran. "Pengalaman tahun lalu, sangat banyak calon peserta yang mendaftar di hari-hari terakhir," katanya.

    Besarnya jumlah pendaftar membuat website milik panitia SPMB menjadi sulit untuk diakses. "Sebenarnya bisa diakses, tapi perlu waktu yang lama karena banyak yang antre masuk," katanya.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.