Selasa, 17 Juli 2018

Panglima TNI Tawarkan Pengawalan Penyidik, KPK Sambut Positif

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Febri Diansyah, Kepala Biro Humas KPK. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Febri Diansyah, Kepala Biro Humas KPK. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi merespons positif soal bantuan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang akan menyiapkan personel yang diperlukan secara profesional bila diminta untuk melakukan pengawasan selama 24 jam bagi penyidik KPK.

    "Kami membaca dan mendengar informasi dari Panglima TNI. Saya kira itu hal positif bagi KPK, ini akan direspons secara positif ke depan," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 12 April 2017.

    Baca juga: Novel Baswedan Diserang, Gatot Nurmantyo: TNI Siap Amankan KPK

    Febri mengatakan KPK mengucapkan terima kasih kepada Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan jajarannya jika ada inisiatif pengamanan dan dukungan atas pemberantasan korupsi oleh KPK.

    "Karena dua hal, pertama Panglima TNI sebelumnya mengatakan TNI memiliki komitmen dalam pemberantasan korupsi, baik di internal TNI atau pun dukungan dan kerja sama dengan KPK," ucap Febri. Kemudian, kata dia, KPK juga memiliki MoU atau Nota Kesepahaman dengan TNI dalam hal pemberian dukungan pemberantasan korupsi tersebut.

    Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, pihaknya menyiapkan personel yang diperlukan secara profesional bila diminta untuk melakukan pengawasan selama 24 jam bagi penyidik KPK.

    "Ini (permintaan pengawalan) sudah dikoordinasikan, tinggal pelaksanaannya saja," kata Panglima TNI setelah Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kemendes PDTT dan Mabes TNI, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu, 12 April 2017.

    Simak pula: Novel Baswedan Diserang, KPK Tingkatkan Pengamanan Semua Pegawai

    Ia tidak menyebutkan prajurit yang disiapkannya itu merupakan pasukan khusus yang dimiliki TNI. "Saya berikan prajurit yang terbaik. Saya tak sebutkan siapa orangnya. Kita pengawalan secara tidak terlihat. Jumlahnya tergantung permintaan dan kebutuhan," ujar Gatot.

    Salah satu penyidik KPK Novel Baswedan disiram air keras sepulang sholat subuh pada Selasa, 11 April 2017. Terkait perkembangan Novel itu, Febri mengatakan bahwa Novel pada Rabu pagi sudah dibawa ke Singapura untuk perawatan yang intensif.

    "Informasi yang kami terima sudah mulai dilakukan pemeriksaan dan diagnosis awal di Rumah Sakit di Singapura. Mohon maaf kami tidak bisa sampaikan informasi Rumah Sakit di Singapura tersebut," tuturnya.

    Lihat juga: Novel Baswedan Berobat ke Singapura, Rumahnya Dijaga Ketat

    Lebih lanjut, Febri menyampaikan KPK berharap bisa melakukan semaksimal mungkin untuk kesembuhan dari Novel Baswedan. "Dan secara pararel kita koordinasi dengan pihak kepolisian. Seperti yang ditegaskan pimpinan KPK kemarin, penanganan kasus korupsi di KPK tetap ditangani semaksimal mungkin, karena itu adalah tugas yang harus dilakukan KPK," kata Febri.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prancis Menjadi Juara Piala Dunia 2018, Mengalahkan Kroasia

    Tim Nasional Prancis mengangkat trofi Piala Dunia 2018 setelah menekuk Kroasia dengan skor 4-2 dan menorehkan pelbagai catatan menarik.