Arief Budiman Terlipih Jadi Ketua KPU Periode 2017-2022

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisioner KPU Arief Budiman memberikan keterangan jelang pelaksanaan Pilkada serentak di Gedung KPU Jakarta, 4 Desember 2015. ANTARA FOTO

    Komisioner KPU Arief Budiman memberikan keterangan jelang pelaksanaan Pilkada serentak di Gedung KPU Jakarta, 4 Desember 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta -  Arief Budiman terpilih sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2017-2022. Komisioner KPU ini terpilih melalui rapat pleno yang digelar di Jakarta, Rabu, 12 April 2017.  Pemilihan ketua lembaga penyelenggara pemilu untuk lima tahun mendatang diikuti 7 anggota KPU terpilih.

    Arief Budiman merupakan anggota KPU 2012-2017. Arief mengungkapkan dirinya terpilih melalui diskusi yang digelar para komisioner dalam rapat koordinasi perdana tersebut.
    Pria kelahiran Surabaya, 2 Maret 1974 ini sebelumnya menjadi anggota KPU Jawa Timur periode 2004-2012.

    Sebanyak tujuh anggota KPU dilantik Presiden pada Selasa siang, berdasarkan Keputusan Presiden No 43 Tahun 2017 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Komisi Pemilihan Umum.  Mereka adalah Ilham Saputra, Evi Novida Ginting Manik, Wahyu Setiawan, Pramono Ubaid Tanthowi, Hasyim Asyari, Arief Budiman, dan Viryan.

    Arief Budiman adalah alumnus Sastra Inggris Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya pada 2000, Hubungan Internasional Fisip Universitas Airlangga pada 2002, dan Program Pascasarjana Fakultas Ekonomi UGM pada 2010.

    Sebelumnya, Arief Budiman mengatakan, setelah menentukan ketua, KPU akan rapat untuk menata struktur organisasi terkait jabatan dan tugas masing-masing komisioner lainnya.
    "Kami juga melihat apa saja warisan komisioner KPU sebelumnya dan apa saja pekerjaan yang belum sempat terselesaikan. Ini untuk kemudian menentukan ke depan melakukan apa," ujar Arief.

    Tujuh komisioner KPU periode 2017-2022 juga akan menentukan perwakilan komisioner yang akan duduk di Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.