Ketua RT: Novel Baswedan Selalu Datang Sebelum Azan Subuh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil membawa topeng foto Novel Baswedan di gedung KPK, Jakarta, 11 April 2017. Mereka meminta KPK dan aparat kepolisian untuk segera mengusut kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior KPK Novel Baswedan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil membawa topeng foto Novel Baswedan di gedung KPK, Jakarta, 11 April 2017. Mereka meminta KPK dan aparat kepolisian untuk segera mengusut kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior KPK Novel Baswedan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta -Ketua RT 003 RW 010 Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Wisnu Broto, mengatakan Novel Baswedan selalu meninggalkan masjid terlebih dahulu usai salat subuh. Dia menambahkan hal itu karena Novel harus berangkat bekerja.

    "Selalu lima menit sebelum jamaah lain meninggalkan masjid bersama-sama, dia pergi duluan, ya karena harus bekerja sedangkan yang lainnya rata-rata pensiunan," kata Wisnu kepada Tempo saat dihubungi pada Rabu, 12 April 2017.

    Baca: Novel Baswedan Diteror, Ketua KPK: Penyerang Salah Sasaran

    Wisnu menuturkan Novel selalu datang ke masjid sebelum azan subuh berkumandang. Dia tak pernah absen setiap pagi kalau memang sedang berada di rumah. Setelah salat subuh, kata Wisnu, barulah Novel pergi bekerja. "Kadang-kadang dia naik mobil, kadang juga naik motor (berangkat kerja)."

    Wisnu juga menyatakan Novel selalu memakai baju gamis setiap pergi salat subuh berjamaah. Hal ini sudah terjadi selama bertahun-tahun selama Novel tinggal di kawasan itu. "Bertahun-tahun begitu, tak pernah lepas," ujarnya.

    Menurut Wisnu, Novel sudah tinggal di lingkungan tersebut lebih dari lima tahun. Selama tinggal di sana, dia melihat Novel sebagai sosok yang aktif berkegiatan di lingkungan. "Dia sangat aktif dan sangat santun."

    Baca: Novel Baswedan Disiram Air Keras, Begini Ciri-ciri 2 Pelaku

    Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan diserang orang tak dikenal usai salat subuh di Masjid Jami Al Ihsan, dekat kediamannya. Novel disiram menggunakan air keras oleh pelaku tak dikenal yang diduga berjumlah dua orang.

    Kejadian ini bukan sekali menimpa Novel, sebelumnya dia juga pernah ditabrak oleh orang tak dikenal sebanyak dua kali. Dalam dua kali penabrakan yang tepat sasaran, Novel tersungkur dari sepeda motornya. Beruntung, penyidik utama Komisi Pemberantasan Korupsi itu hanya terluka.

    Insiden terakhir menimpa Novel ketika menangani dua kasus kakap pada pertengahan tahun lalu. Pagi itu, berangkat menuju kantor KPK di kawasan Kuningan, Jakarta, Novel keluar dengan sepeda motor dari rumahnya di kawasan Kelapa Gading. Di jalan yang membelah kawasan pertokoan, tak jauh dari rumah Novel, sebuah mobil Avanza menyeruduk.

    Novel terpental dari tunggangannya hingga berguling-guling di jalan. Sedangkan si penabrak langsung kabur begitu targetnya jatuh. Walhasil, selama beberapa hari Novel tertatih-tatih masuk kantor karena kaki kanannya terluka akibat tertimpa sepeda motor.

    DIKO OKTARA

    Video Terkait:
    Mantan Pimpinan KPK Desak Usut Kasus Penyiraman Air Keras Novel
    Penyidik Disiram Air Keras, KPK Janji Penegakan Korupsi Tetap Jalan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.