Universitas Udayana Terima 5.770 Mahasiswa Baru Melalui SBMPTN

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Universitas Udayana, Bali. TEMPO/Amatul Rayyani

    Universitas Udayana, Bali. TEMPO/Amatul Rayyani

    TEMPO.CO, Denpasar - Universitas Udayana Denpasar dalam penerimaan mahasiswa baru melalui Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN mendapatkan kuota sebanyak 5.770 orang.

    "Seleksi SBMPTN tersebut dilakukan pendaftaran secara 'online' atau berjaringan sehingga para calon mahasiswa bisa mendaftar lewat ketentuan 'online'," kata Rektor Universitas Udayana (Unud) Denpasar Prof Dr Ketut Suastika di Kampus Bukit Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Selasa, 11 April 2017.

    Baca:

    Institut Seni dan Budaya Indonesia Ikut SBMPTN

    Ia mengatakan, SBMPTN 2017 adalah seleksi yang dilakukan oleh perguruan tinggi negeri (PTN) di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dan Kementerian Agama secara bersama yang diikuti 85 PTN, termasuk Institut Seni Indonesia (ISI) dan ISBI yang terbagi dalam 42 panitia lokal.

    "Semua itu di bawah koordinasi panitia pusat. Bentuk seleksi berdasarkan hasil ujian tertulis yang terdiri dari 'paper based testing (PBT)' dan 'computer based testing' (CBT)'," kata Suastika didampingi Pembantu Rektor Bidang Akademik Unud, Prof Dr I Made Damriyasa.

    Baca juiga:
    Pendaftaran Online SBMPTN 2017 Dibuka Hari Ini

    Ia mengatakan, SBMPTN ini dapat diikuti siswa lulusan tahun 2015, 2016 dan 2017 dari pendidikan menengah, baik SMA, SMK/MA atau yang sederajat, termasuk paket C.

    Suastika mengatakan, pembiayaan penyelenggaraan SBMPTN dibebankan kepada para peserta seleksi dan Kemenristekdikti. Bahkan peserta SBMPTN dari kurang mampu secara ekonomi dan mempunyai prestasi akademik tinggi dapat mengajukan dana bantuan biaya pendidikan Bidikmisi.

    Baca pula:

    SBMPTN, Survei Tempo Ihwal 12 Fakultas Favorit PTN dan PTS

    "Unud pada tahun ini tidak lagi menggunakan jalur peserta secara mandiri, tetapi jika ada jurusan pada fakultas yang tidak memenuhi kuota yang diharapkan, maka peserta yang telah mengikuti SBMPTN tersebut mengajukan dengan nomor pesertanya," ujarnya.

    Suastika mengatakan memang dari aturan pemerintah diperbolehkan melalui jalur mandiri sebesar 30 persen dari jumlah mahasiswa baru yang direkrut. Tetapi aturan itu banyak perguruan tinggi yang tidak menggunakan, karena lebih mengedepankan kualitas mahasiswa yang masuk ke perguruan tinggi itu.

    Silakan baca:

    SBMPTN, 10 Perguruan Tinggi Top: ITB Peringkat 1 UGM peringkat 2

    "Selain juga dituntut kualitas peserta atau mahasiswa baru tersebut. Tetapi yang lebih penting adalah mengikuti aturan yang ada, sehingga masyarakat melihat ada transparansi," katanya.

    Karena itu, kata Suastika, bagi para mahasiswa baru untuk memperhatikan ketentuan tersebut dan wajib mengikuti dari jalur SBMPTN. Karena Unud tidak menerapkan lagi jalur mandiri.

    "Sekarang jalur mandiri tersebut ditiadakan, tetapi nantinya akan diambil dari pendaftar SBMPTN jika jurusan atau fakultas yang kuotanya masih kurang," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kecelakaan Tol Cipali Dipicu Bus yang Supirnya Diserang Penumpang

    Kecelakanan Tol Cipali melibatkan empat kendaraan beruntun di kilometer 150, Senin dinihari, 17 Juni 2019 dipicu serangan penumpang pada supir.