Pencarian Korban Longsor Nganjuk Dimulai Besok Pagi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga membantu memasang tanda bahaya di sekitar daerah longsor Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos,  Nganjuk, Jawa Timur, 9 April 2017. Longsor daerah pertanian seluas kurang lebih 3 hektar tersebut diduga menelan korban 5 orang. ANTARA/Prasetia Fauzani

    Warga membantu memasang tanda bahaya di sekitar daerah longsor Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Nganjuk, Jawa Timur, 9 April 2017. Longsor daerah pertanian seluas kurang lebih 3 hektar tersebut diduga menelan korban 5 orang. ANTARA/Prasetia Fauzani

    TEMPO.CO, Nganjuk - Upaya pencarian korban longsor Nganjuk, Jawa Timur, akan dilakukan mulai besok pagi. Bupati Nganjuk Taufiqurrahman menyatakan pencarian akan dilakukan hingga 23 April 2017 mendatang.

    Upaya tim SAR gabungan untuk mencari lima korban longsor di dasar tebing Dusun Dolopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk mulai mengalami kemajuan. Setelah dua hari melakukan pemetaan lokasi, dua alat berat berhasil dimasukkan ke lokasi longsor sore tadi. “Besok pagi pencarian korban mulai dilakukan,” kata Kepala Bagian Humas Pemkab Nganjuk Agus Irianto kepada Tempo, Selasa 11 April 2017.

    Baca juga: 4 Korban Longsor Nganjuk Tertimbun Saat Selfie

    Dua alat berat itu dimasukkan melalui pembukaan jalur di Dusun Dolopo, Desa Kepel yang memutar dari lokasi posko di Desa Sumberbendo, atau sebelah timur titik longsor. Sebab tanpa bantuan alat berat, upaya pencarian korban di areal tiga hektare akan sangat memberatkan petugas. Meski berjalan lambat, dua alat berat itu mampu mendekati lokasi longsor di dasar tebing dan akan memulai pencarian besok pagi.

    Selain ekskavator, jumlah personel yang turut membantu pencarian besok akan ditambah. Mereka juga didukung anjing pelacak milik Polri untuk mengendus keberadaan korban di balik timbunan material tanah.

    Agus mengatakan, sesuai instruksi Bupati Nganjuk Taufiqurrahman dalam rapat koordinasi evakuasi bersama forum pimpinan daerah, upaya pencarian korban longsor akan dilakukan selama 14 hari setelah kejadian. Ini berarti pencarian kelima korban akan berakhir pada tanggal 23 April 2017 mendatang. “Semoga sebelum batas waktu habis sudah ditemukan,” kata Agus.

    Sementara itu upaya lain untuk mencegah terjadinya banjir bandang akibat tersumbatnya aliran sungai, petugas membuat sudetan atau jalan air agar tak terbendung. Dikhawatirkan aliran sungai yang membentuk bendungan sedalam 50 meter ini akan memicu banjir bandang di kawasan bantaran sungai. Padahal di kawasan itu terdapat sedikitnya 170 kepala keluarga yang bermukim dan telah dievakuasi sejak kemarin.

    Data yang dihimpun petugas BPBD Nganjuk terdapat lima penduduk yang tertimbun material longsor. Mereka adalah Khodri, 15 tahun, seorang pelajar; Doni, 23 tahun pekerja swasta; Dwi, 17 tahun, pelajar; dan Bayu, 14 tahun yang juga tercatat sebagai pelajar. Keempatnya warga Desa Sumber Bendo, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk. Sedangkan korban lainnya adalah Paidi, 55 tahun, warga Dusun Janti, Desa Blongko, Kecamatan Ngetos.

    Kepala BPBD Soekonjono menjelaskan bencana longsor itu sebenarnya sudah diprediksi akan terjadi oleh BPDB setempat. Selain tergolong labil dengan intensitas hujan yang deras, longsor sudah terjadi sejak tiga hari lalu. “Kami sudah melarang warga berada di lokasi karena diprediksi akan terjadi longsor,” katanya.

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.