Cegah Insiden Teroris Tuban Terulang, Patroli Klaten Berpasangan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah mobil ambulance melintas mengangkut jenazah terduga teroris di jalan di Desa Suwalan, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, 8 April 2017. ANTARA FOTO

    Sejumlah mobil ambulance melintas mengangkut jenazah terduga teroris di jalan di Desa Suwalan, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, 8 April 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Klaten – Dua insiden teror yang menyasar anggota polisi di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dan Banyumas, Jawa Tengah, membuat Kepolisian Resor Klaten mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi agar hal serupa tidak terjadi di wilayahnya.

    Sejak Selasa siang, 11 April 2017, gerbang sisi utara Markas Polres Klaten dijaga ketat oleh enam polisi. Dua polisi di antaranya membawa senjata laras panjang. Mereka bertugas mengecek barang bawaan dan kendaraan tiap pengunjung yang hendak memasuki Mapolres Klaten.

    Baca: Satu Jenazah Terduga Teroris Tuban Diambil Keluarga

    Setelah melalui proses pemeriksaan, pengunjung musti menukarkan kartu identitasnya dengan kartu pengenal di pos jaga yang berada di sisi timur gerbang.

    “Itu sudah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) kami, sejak dulu sudah diterapkan. Tapi dengan melihat situasi seperti ini, pengamanan Mako (Markas Komando) lebih ditingkatkan,” kata Kapolres Klaten, Ajun Komisaris Besar Muhammad Darwis, Selasa 11 April 2017.

    Pada Sabtu pekan lalu 8 April 2017, dua polisi lalu lintas yang berjaga di pos Hutan Jati Peteng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, ditembaki orang tak dikenal. Saat dikejar, kelompok terduga teroris itu melawan dengan menghujani tembakan. Kontak senjata dengan polisi di hutan jati itu menewaskan enam terduga teroris.

    Baca: Teroris Tuban, Polisi: JAD Diperintahkan Balas Dendam

    Adapun pada Selasa pagi, tiga anggota Polres Banyumas menjadi korban penyerangan oleh seorang pemuda yang membawa sebilah parang saat memasuki halaman Mapolres setempat. Informasi yang dihimpun Tempo, dua polisi terluka karena sabetan parang.

    Selain meningkatkan pengamanan di lingkungan Mapolres Klaten, Darwis juga mengimbau anggotanya senantiasa waspada dan tidak sendirian saat berpatroli. “Patroli keamanan harus berpasangan, minimal dua personel. Begitu juga dengan pengamanan kegiatan masyarakat, jangan sendirian,” kata Darwis.

    Guna mengantisipasi pergerakan anggota jaringan teroris, Polres Klaten juga meningkatkan razia di sejumlah titik di sepanjang Jalan Raya Solo - Jogja. “Razia itu demi menjaga keamanan masyarakat sekaligus mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Klaten Ajun Komisaris Adhytiawarman Gautama.

    Baca: BNPT Bandingkan Insiden Teroris Tuban dengan Stockholm

    Selain memeriksa kelengkapan surat-surat berkendara, Adhytiawarman mengatakan, dalam razia yang melibatkan personel gabungan dari beberapa satuan itu juga akan dilakukan pengecekan secara teliti untuk mencari barang-barang terlarang seperti bahan peledak, senjata tajam, dan narkoba.

    DINDA LEO LISTY


     

     

    Lihat Juga