Novel Baswedan Diserang, Penyidik Kasus Besar KPK Terancam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan dan Alexander Marwata, menghadiri sidang praperadilan yang diajukan Richard Joost Lino di Pengadilan Jakarta Selatan, 26 Januari 2016.  RJ Lino menggugat KPK atas penetapannya sebagai tersangka dalam sidang praperadilan.  TEMPO/Amston Probel

    Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan dan Alexander Marwata, menghadiri sidang praperadilan yang diajukan Richard Joost Lino di Pengadilan Jakarta Selatan, 26 Januari 2016. RJ Lino menggugat KPK atas penetapannya sebagai tersangka dalam sidang praperadilan. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Alexander Marwata mengatakan lembaganya bakal meningkatkan perlindungan terhadap penyidik-penyidik KPK yang tengah mengusut kasus besar. Langkah ini dilakukan menyusul penyerangan terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan, dengan air keras oleh orang tak dikenal.

    Kejadian serupa bisa saja mengancam penyidik KPK yang menangani kasus-kasus besar. "Teman-teman di penindakan yang menangani kasus besar dan menyangkut nama orang-orang penting mungkin perlu pengawalan untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan," ucap Alex kepada Tempo, Selasa, 11 April 2017.

    Baca juga:
    Novel Baswedan Disiram Air Keras, Johan Budi: Ini Tindakan Barbar

    Pengawalan yang dimaksud adalah memberi pengawal atau ajudan pribadi saat penyidik tengah menggarap kasus. Namun, ujar Alex, tidak semua penyidik bakal diberi pengawalan ekstra. "Harus ada penilaian terhadap risiko. Tidak semua kasus yang ditangani KPK memiliki risiko kerawanan yang sama," ucapnya Alex.

    Baca pula:
    Serangan terhadap Novel Baswedan, Polisi: Ada Dua Orang Pelaku  

    Novel diserang dengan air keras oleh dua orang tak dikenal seusai melaksanakan salat subuh di masjid dekat rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ada dugaan penyerangan itu berkaitan dengan kasus korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) yang tengah disidiknya.

    Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo mengecam penyerangan tersebut. Menurut dia, teror terhadap Novel harus dilihat sebagai ancaman terhadap agenda pemberantasan korupsi. "Orang atau kelompok yang melakukan teror punya tujuan utama, yakni menghentikan proses hukum atas kasus tertentu," tuturnya.

    Silakan baca:
    Muhammadiyah Kecam Teror Terhadap Novel Baswedan: Ini Brutal

    Novel kerap mendapat teror saat mengusut kasus-kasus besar. Ia bahkan pernah dipidanakan atas meninggalnya tahanan ketika ia menjadi penyidik di Bengkulu pada 2004. Semua teror datang setelah ia memimpin penyidikan berbagai kasus besar, di antaranya kasus korupsi simulator surat izin mengemudi (SIM) di kepolisian.

    Tahun lalu, Novel juga mendapat teror ditabrak mobil saat mengendarai sepeda motor menuju kantornya di Kuningan, Jakarta Selatan.

    MAYA AYU PUSPITASARI

    Video Terkait:
    Wajah Disiram Air Keras, Novel Baswedan Dirujuk ke Jakarta Eye Center
    Novel Baswedan, Tak Putus Dirundung Teror


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RZWP3K

    Sebanyak 21 provinsi telah menerbitkan Peraturan Daerah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil yang dianggap tak berpihak pada nelayan.