Penjelasan Ridwan Kamil Soal Kota Bandung Tunggak Bayar Sampah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Nasdem Surya Paloh (kiri) bersama Ridwan Kamil berjalan usai mengikuti acara Deklarasi Ridwan Kamil sebagai calon Gubernur Jabar 2018-2023 yang diusung Partai Nasional Demokrat (Nasdem) di Monumen Bandung Lautan Api, Jawa Barat, 19 Maret 2017. ANTARA FOTO

    Ketua Umum Nasdem Surya Paloh (kiri) bersama Ridwan Kamil berjalan usai mengikuti acara Deklarasi Ridwan Kamil sebagai calon Gubernur Jabar 2018-2023 yang diusung Partai Nasional Demokrat (Nasdem) di Monumen Bandung Lautan Api, Jawa Barat, 19 Maret 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengklaim Kota Bandung menunggak tagihan pembuangan sampah akhir. Tunggakan itu mencapai Rp 6,7 miliar. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan tuduhan yang dilayangkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat itu dinilai keliru. Pasalnya, kata dia, Kota Bandung selalu membayar Kompensasi Jasa Pelayanan (KJP) dan Kompensasi Dampak Negatif (KDN) tepat waktu.

    ”Itu adalah utang Pasar Caringin. Pasar Caringin tuh seharusnya membayar ke PD Kebersihan atau Kota Bandung, baru kami setorkan ke Sarimurti,” ujar Ridwan kepada wartawan di Bandung, Selasa, 11 April 2017.

    Baca juga: Di Bandung, Warga Bisa Bayar Listrik Pakai Sampah

    Menurut Ridwan, memang Pasar Caringin mengalami masalah ihwal penyetoran biaya KJP dan KDN ke Kota Bandung. Namun, untuk pembayaran KJP dan KDN Kota Bandung, Emil—sapaan akrab Ridwan—memastikan tidak ada masalah.

    ”Jadi, saya klarifikasi Pemkot Bandung itu selalu bayar on time, jadi yang punya utang itu pihak ketiga, kira-kira begitu. Tapi penyelesaian antar-pemerintahnya sudah akan selesai, yaitu akhir bulan ini,” tuturnya.

    Dalam klausul kontrak masalah pembuangan sampah, memang pembiayaan pembayaran jasa kompensasi dan dampak negatif sampah itu merupakan kerja sama Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui TPA Sarimurti.

    Sementara itu, Pasar Caringin merupakan pihak ketiga yang menitipkan urusan pembuangan sampah ke Pemkot Bandung. Ketika pengelola Pasar Caringin menunggak bayaran sampah, tentu yang ditagih oleh Pemprov Jawa Barat beralamat ke Kota Bandung.

    Emil mengatakan akan melaksanakan kewajiban tunggakan pihak ketiga itu melalui penalangan oleh Pemkot Bandung.

    Baca: Jangan Anggap Remeh, Faktanya Sampah Bisa jadi Sahabat Kita

    ”Tunggakan pihak ketiga kita cover dulu. Jadi jangan mengasumsikan kami menunggak dengan sengaja, kan negara mah ada anggarannya, gak mungkin nunggak, jadi jangan dipelintir terlalu jauh lah,” ujarnya.

    Adapun Manajer Badan Pengelola Pusat Perdagangan Caringin (BP3C) Asep Syarief Hidayat mengatakan memang Pasar Caringin memiliki tunggakan ihwal KJP dan KDN ke Pemkot Bandung. Namun, kata dia, ada masalah yang perlu diklarifikasi, yaitu sampah di TPS Caringin tidak semuanya bersumber dari Pasar Caringin.

    ”Sampah yang dibuang ke TPA Sarimurti itu bukan semua sampah kami, tapi ada beberapa warga yang membuang ke TPS kami. Kita berat soalnya, bagaimanapun, kalau dibebankan ke kami, berat karena ada beberapa sampah warga yang notabene merupakan tanggung jawab Pemkot,” kata Syarief.

    Kalau dihitung-hitung, ujar Syarief, perbandingan sampah yang murni dari Pasar Caringin dan warga di sekitar Caringin adalah sekitar 85 persen berbanding 15 persen. “Kalau tunggakan kami dari 2011 hingga 2015 itu kurang-lebih sebesar Rp 2,1 miliar,” tuturnya.

    AMINUDDIN A.S.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kecelakaan Tol Cipali Dipicu Bus yang Supirnya Diserang Penumpang

    Kecelakanan Tol Cipali melibatkan empat kendaraan beruntun di kilometer 150, Senin dinihari, 17 Juni 2019 dipicu serangan penumpang pada supir.