Polisi: Sudah Olah TKP dan Intensif Buru Penyerang Novel Baswedan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian melakukan olah TKP di sekitar rumah penyidik KPK Novel Baswedan. MARIA FRANSISCA

    Petugas kepolisian melakukan olah TKP di sekitar rumah penyidik KPK Novel Baswedan. MARIA FRANSISCA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal M. Iriawan mengatakan pihaknya bakal mengebut dalam melakukan pengejaran terhadap para pelaku penyiraman air keras ke penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. “Yang penting secepatnya,” ucapnya di Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Selasa, 11 April 2017.

    Iriawan menuturkan tim sudah menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) sebanyak dua kali. Olah TKP akan dilakukan untuk ketiga kalinya guna mengumpulkan barang bukti yang tertinggal. “Nanti kami akan lakukan lidik. Semoga secepatnya kami bisa ungkap pelakunya,” ujarnya.

    Baca:

    Novel Baswedan Disiram Air Keras, Johan Budi: Penglihatannya Jadi Kabur
    Kabar Novel Baswedan Disampaikan ke Presiden Jokowi, Reaksinya...

    Menurut dia, pihaknya telah membuka penyelidikan kasus yang menimpa Novel dan akan memeriksa sejumlah saksi.

    Iriawan mengaku sempat bertemu dengan Novel pagi tadi. Pertemuan itu dilakukan untuk menanyakan kondisi Novel yang tengah dirawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dalam pertemuan itu, ia pun menanyakan tentang kronologi dan pelaku yang menyerang Novel dengan air keras.

    Menurut Iriawan berdasarkan pengakuan Novel, ada dua orang yang menyerang korban. Mereka menggunakan sepeda motor. Satu dari dua pelaku menyiramkan air keras ke wajah Novel.

    Penyidik senior KPK tersebut tidak hanya sekali ini mendapat teror. Sebelumnya, ia mendapat teror ditabrak mobil saat mengendarai sepeda motor menuju kantornya di Kuningan, Jakarta Selatan. Novel diketahui beberapa kali menangani kasus besar, antara lain kasus simulator surat izin mengemudi (SIM). Saat ini, ia tengah menyidik kasus megakorupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

    DANANG FIRMANTO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Rencana Pendapatan dari Pajak 2019 BPRD DKI Jakarta

    Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta menetapkan target pendapatan dari pajak sebesar Rp 44,18 triliun pada 2019. Berikut rincian target BPRD.