Komisi Hukum DPR Minta Polisi Ungkap Teror Kepada Novel Baswedan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bambang Soesatyo. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Bambang Soesatyo. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat Bambang Soesatyo mengatakan polisi harus segera turun tangan untuk menyelidiki dan mengungkap motif di balik dugaan penyiraman air keras yang menimpa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan. Sebab, Novel saat ini tengah menangani kasus-kasus besar tindak pidana korupsi yang melibatkan tokoh-tokoh besar.

    "Ini jelas bentuk teror dan intimidasi kepada penegak hukum yg harus dilawan bersama oleh semua komponen masyarakat," kata Bambang dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 11 April 2017. Bambang mengutuk perbuatan itu dan meminta pelaku dihukum berat.

    Baca juga:

    BREAKING NEWS: Novel Baswedan Disiram Air Keras 
    Muhammadiyah Kecam Teror Terhadap Novel Baswedan: Ini Brutal

    Istri Novel Baswedan, Emil, mengatakan dirinya diberi tahu tetangga bahwa Novel disiram air keras setelah salat subuh berjamaah di masjid dekat rumahnya, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Akibat insiden ini, Novel dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading.

    Novel Baswedan merupakan Kepala Satuan Tugas yang menangani beberapa perkara besar yang sedang ditangani KPK. Ia pernah beberapa kali mendapat serangan.

    Baca pula:

    Novel Baswedan Disiram Air Keras, Busyro: Jokowi Turun Tangan

    Tahun lalu ia ditabrak mobil saat menuju kantornya di Kuningan. Novel Baswedan pernah pula dipidanakan atas meninggalnya tahanan, ketika ia menjadi penyidik di Bengkulu, yang telah terjadi pada 2004.

    Dalam tugasnya di KPK, Novel memimpin penyidikan berbagai kasus besar, di antaranya kasus korupsi simulator SIM di Kepolisian. Saat ini ia menyidik perkara megakorupsi kartu tanda penduduk elektronik atau E-KTP.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.