Saksi Longsor Nganjuk Mengaku Awalnya Tak Mendengar Suara Gemuruh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi jalan amblas / longsor. ANTARA/Syafril Adriansyah

    Ilustrasi jalan amblas / longsor. ANTARA/Syafril Adriansyah

    TEMPO.CO, Nganjuk - Sejumlah saksi dan warga mengakui tak mendengar suara gemuruh sebelum terjadinya bencana tanah longsor di Desa Kepel, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Minggu (9/4).

    "Saya tidak mendengar adanya gemuruh atau suara apapun sebelum insiden," ujar Sarinah, istri Paidi yang menjadi salah satu korban jiwa pada peristiwa tersebut ketika ditemui di kediamannya di Dusun Njati, Senin malam, 10 April 2017.

    Baca :

    Longsor Nganjuk, Setiap Korban Dapat Santunan Total Rp 25 Juta

    4 Korban Longsor Nganjuk Tertimbun Saat Selfie

    Pada saat kejadian sekitar pukul 14.00 WIB, ia dan suaminya mengaku sedang berada di sawah ketika hendak pulang, namun belum lama tiba-tiba tanah sudah menutup sawahnya.

    "Suami saya masih di sawah, dan saya menoleh ke belakang sudah tertimbun serta terbawa tanah," ucap ibu dua anak itu sembari terisak menahan tangisnya.

    Salah satu saksi lainnya, Joko, mengakui hal sama dan terkejut karena tiba-tiba tanah longsoran datang secara cepat.

    "Saya tidak tahu ada tanah datang, ternyata longsoran sudah dekat dan saya lari menyelamatkan diri. Syukurlah saya masih bisa selamat," kata pria yang saat kejadian kakinya sempat tertimbun tanah hingga selututnya itu.

    Simak juga : Ini Kondisi Penyidik KPK Novel Baswedan Setelah Disiram Air Keras

    Warsinem, yang saat kejadian juga berada di sawah tidak jauh dari lokasi kejadian hilangnya Paidi mengaku tidak mendengar adanya suara gemuruh tanah longsor.

    "Saya saat itu juga mau pulang, terus mendengar banyak orang teriak-teriak, kemudian lari. Saudara-saudara saya banyak saat itu dan semua lari," katanya.

    Sebelumnya, empat dari lima korban longsor di Nganjuk diketahui sedang melakukan swafoto (selfie) saat peristiwa terjadi. Lokasi longsor sempat menjadi destinasi wisata warga sekitar untuk mengabadikan longsor yang telah terjadi sejak beberapa hari lalu.

    Empat remaja yang tertimbun longsor di Dusun Dolopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Ahad, 9 April 2017, diketahui sedang melakukan swafoto di dasar jurang kedalaman satu kilometer.

    Mereka tak menggubris peringatan warga yang melarang keempat remaja ini turun demi mendapatkan gambar foto maupun video dari titik terdekat longsor. “Mereka sedang membuat video selfie di sana,” kata Agus Irianto, Kepala Bagian Humas Pemkab Nganjuk, Senin 10 April 2017.

    ANTARA | HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.