Gubernur Erry:Polisi Cepat Buka Pembunuhan Satu Keluarga di Medan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi (tengah) menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, 24 Februari 2016. Tengku Erry Nuradi diperiksa KPK sebagai saksi terkait kasus suap kepada DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014 dan 2014-2019 dengan tersangka Gubernur Sumut nonaktif,  Gatot Pujo Nugroho.TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi (tengah) menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, 24 Februari 2016. Tengku Erry Nuradi diperiksa KPK sebagai saksi terkait kasus suap kepada DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014 dan 2014-2019 dengan tersangka Gubernur Sumut nonaktif, Gatot Pujo Nugroho.TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Medan - Gubernur Sumatera Utara HT Erry Nuradi meminta dan yakin pihak kepolisian akan cepat membongkar kasus pembunuhan sadis satu keluarga di Kecamatan Medan Deli.

    "Kita serahkan penanganannya ke kepolisian dan Pemprov Sumut akan membicarakan nasib Kinara bocah usia empat tahun yang merupakan satu-satunya korban yang hidup," katanya di Medan.

    Baca :

    Pembunuhan Satu Keluarga di Medan, Korban Balita Perlu Dikonseling

    30 Polisi Buru Pembunuh Satu Keluarga di Medan

    Dia mengatakan itu sesaat sebelum melihat Kinara yang sedang dirawat di RS Bhayangkara Polda Sumut di Medan, Senin sore, 10 April 2017.

    Saat membesuk Kinara yang mengalami luka serius di bagian mata dan kepala, Gubernur Sumut itu tampak beberapa kali mengusap dan mencium kening bocah itu yang kini sedang dalam perawatan intensif.

    Kinara adalah anak terkecil dari pasangan almarhum Rianto (40) dan Yani (35) yang ditemukan tewas terbunuh bersama kedua anaknya yang lain Naya (14) dan Gilang Laksono (10) serta ibu Yani bernama Marni (50) di rumah mereka di Jalan Mangaan, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Ahad pagi 9 April 2017.

    Selain 'menitipkan' Kinara ke pihak rumah sakit untuk dirawat maksimal, Gubernur Sumut menitipkan uang duka kepada keluarga korban yang berjaga di rumah sakit tersebut.

    Simak juga : Sepeti Ponorogo, Usai Longsor Nganjuk Diancam Banjir Bandang

    "Pelaku pembunuhan lima sekeluarga ini sangat keji dan biadab. Mudah-mudahan polisi segera menangkap pelakunya dan sangat pantas dihukum seberat-beratnya," ujar Erry.

    Pemerintah Provinsi Sumut, ujar gubernur berjanji siap membantu biaya pendidikan Kinara kalau memang diperlukan.

    Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Medan, AKBP Nyoman Eddy Purna Wirawan, memastikan kondisi Kinara semakin pulih dan masih tetap dalam penanganan tim medis. Lukanya semakin membaik dan tampak lebih tenang. "Namun untuk memulihkan kondisi psikologisnya pascatrauma, tim akan memberikan pendampingan secara intensif," ujar dia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.