Novel Baswedan Disiram Air Keras, Busyro: Jokowi Turun Tangan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik KPK Novel Baswedan tiba di Gedung Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, 10 Desember 2015. ANTARA/Reno Esnir

    Penyidik KPK Novel Baswedan tiba di Gedung Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, 10 Desember 2015. ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabar penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK) Novel Baswedan disiram air keras segera menyebar. Novel diserang olerh seseorang setelah salat subuh berjamaah di masjid sekitar rumahnya.

    Berita ini cepat sampai ke mantan Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas. "Ini bukti kekuatan-kekuatan kontra KPK yang semakin brutal dan riil melakukan teror terhadap Novel Baswedan dan jajaran KPK,” kata Busyro Muqoddas, Selasa, 11 April 2017.

    Baca juga:

    BREAKING NEWS: Novel Baswedan Disiram Air Keras

    Novel Baswedan dan KPK, menurut Busyro, sudah berkali-kali mendapat teror.  “Novel Baswedan sudah berkali-kali ditabrak dan sekarang disiram air keras,” kata Busyro saat dihubungi Tempo.  Busyro menegaskan, sudah saatnya Presiden Joko Widodo turun tangan.

    "Presiden Jokowi harus turun tangan langsung dengan membentuk tim bersama untuk mengusut kasus ini,” kata Busyro.

    Baca:
    Novel Baswedan: Saya Sudah Menyangka Bakal Dikriminalisasi

    Kondisi Novel Baswedan setelah disiram air keras kini dirawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ia mengalami luka di wajah dan matanya. "Sekarang di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading," kata Emil, istri Novel Baswedan.

    S. DIAN ANDRYANTO  I  BUDI SETYARSO

    Video Terkait:
    Wajah Disiram Air Keras, Novel Baswedan Dirujuk ke Jakarta Eye Center
    Novel Baswedan, Tak Putus Dirundung Teror


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.