Mundur dari DPR, Sohibul Iman Fokus Pimpin PKS Hadapi Pilkada  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman saat temu jumpa dengan wartawan media nasional di gedung DPP PKS, Jakarta Selatan, 19 April 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman saat temu jumpa dengan wartawan media nasional di gedung DPP PKS, Jakarta Selatan, 19 April 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Sohibul Iman, mengatakan mundur dari keanggotaan DPR RI karena ingin fokus mengurus partai. Sohibul mundur dari keanggotaan di Komisi Pemuda dan Olahraga DPR.

    "Badan Pekerja Musyawarah Majelis Syuro (PKS) meminta saya mundur dari DPR, dengan pertimbangan supaya lebih fokus pekerjaan saya, amanah saya, sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat, atau sebagai Presiden PKS," ujar Sohibul saat ditemui di rumah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin, 10 April 2017.

    Keputusan melepas jabatan di DPR itu karena Sohibul bakal sibuk memimpin PKS dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah serentak ketiga pada tahun depan.

    "Yang sangat banyak saya kira, dan pada 2019 ada Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden," kata Sohibul.

    Menurut Sohibul, pengangkatan dan pemberhentian seorang anggota DPR merupakan hal biasa. Inisiatif untuk berhenti dari DPR, kata Sohibul, sudah terlintas sejak dirinya dilantik menjadi Presiden PKS.

    "Sejak saya diberi amanah menjadi Presiden, kan saya ditanya oleh media. Pak, mundur atau tidak. Saya katakan waktu itu, siap kapan saja."

    Sohibul kini menunggu keputusan Presiden Joko Widodo terkait pemberhentiannya ini.

    "Saya dikabari bahwa surat ke pimpinan DPR sudah, dan dikirimkan kepada Presiden juga sudah. Nanti tunggu Kepres dari Presiden Joko Widodo mengenai berhentinya saya dari DPR," tutur Sohibul.

    Info: Saksikan hitung cepat Pilkada DKI 2017

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.