Video Ahok-Djarot, Prabowo dan Sohibul: Jaga Demokrasi yang Sejuk

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto berfoto bersama para tokoh nasional di sela pertemuan di kediamannya, Jakarta Selatan, Senin, 10 April 2017. Tempo/Yohanes Paskalis

    Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto berfoto bersama para tokoh nasional di sela pertemuan di kediamannya, Jakarta Selatan, Senin, 10 April 2017. Tempo/Yohanes Paskalis

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman mengaku sudah menonton video bertagar Beragam Itu Basuki-Djarot.

    Video kampanye itu diunggah pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat untuk menyongsong hari pencoblosan pemilihan Gubernur DKI Jakarta putaran kedua pada 19 April mendatang.

    "Walaupun tidak benar-benar memperhatikan, tapi sepintas melihat. Saya kira itu tidak etis, bahkan cenderung provokatif," ujarnya setelah menghadiri pertemuan tokoh politik di rumah Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 10 April 2017.

    Baca: Prabowo Kumpulkan Tokoh Politik di Rumahnya, Cuma Makan Malam?

    Sohibul mengatakan video itu menunjukkan adegan yang terlihat seperti pengusiran. "Digambarkan ada kelompok masyarakat tertentu, dalam hal ini adalah yang beratribut muslim, seolah-olah akan melakukan pengusiran, mengganyang pihak tertentu, yang disebut di situ adalah keturunan Tiongkok, Tionghoa," katanya.

    Dia menambahkan, pertemuan di rumah Prabowo tidak membahas video Ahok-Djarot itu. Pertemuan tersebut diadakan sebagai reaksi para tokoh terhadap situasi nasional yang dinilai sedang memburuk.

    Sohibul tak menampik bahwa situasi negatif itu juga dipicu pilkada, khususnya pilkada DKI. " Hingga 19 April nanti, saya minta mari kita jaga suasana kondusif. Situasi yang tidak enak ini jangan semakin mengalami eskalasi," tuturnya.

    Prabowo tidak gamblang berkomentar mengenai video itu. Di akhir pertemuan, dia hanya meminta semua pihak menjaga demokrasi.

    "Saya kira itu (video Ahok-Djarot) bagian yang kita imbau. Marilah kita semua cari kebaikan dan kesejukan, jangan mencemarkan atau memfitnah orang atau kelompok lain," ujar Prabowo di depan rumahnya.

    Djarot pun sudah angkat bicara mengenai video berdurasi dua menit yang diunggah pihaknya. Video itu, menurut dia, justru berisi ajakan untuk menjaga dan merawat kebhinnekaan. "Kebhinnekaan adalah sesuatu yang sudah final. Termasuk juga dasar negara Pancasila yang telah menjadi ideologi bangsa," katanya di Jakarta, Senin malam.

    Video itu dikecam sebagian netizen, yang mengkritik adanya adegan sekelompok pria berpeci sedang berdemonstrasi dan membawa spanduk bertuliskan "Ganyang Cina". Ada juga adegan lain, seperti pemain bulutangkis Indonesia beretnis Tionghoa yang tengah berlaga serta anak-anak muda yang memakai pakaian adat dari berbagai suku.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Diduga Ada Enam Perkara Di Balik Teror Terhadap Novel Baswedan

    Tim gabungan kepolisian menyebutkan enam perkara yang ditengarai menjadi motif teror terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan.