UNBK SMA di Banda Aceh, Siswa Berbagi Komputer

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana laboratorium komputer yang dijadikan tempat Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMA Negeri 3 Jakarta, Setia Budi, Jakarta Selatan, 10 April 2017. TEMPO/Larissa

    Suasana laboratorium komputer yang dijadikan tempat Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMA Negeri 3 Jakarta, Setia Budi, Jakarta Selatan, 10 April 2017. TEMPO/Larissa

    TEMPO.CO, Banda Aceh – Dalam pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) di Aceh, para siswa terpaksa berbagi komputer. Umumnya sekolah membagi dalam tiga sesi sesuai ketersediaan komputer.

    Kepala SMA Negeri I Banda Aceh Khairur Razi mengatakan sekolahnya menerapkan UNBK bagi  168 siswa. “Mereka dibagi dalam tiga sesi. Saat ini sedang berlangsung sesi terakhir UN,” katanya kepada Tempo, Senin sore, 10 April 2017.

    Baca: UNBK SMK, 7 Kendala Ini Mesti Jadi Perhatian Pemerintah

    Menurut Khairur  belum ada kendala yang berarti dalam pelaksanaan UNBK. Arus listrik yang kerap padam dalam sebulan terakhir, kata dia, sudah normal sehingga tidak mengganggu pelaksanaan ujian. “Jika pun listrik padam, kita sudah siapkan genset untuk mengatasinya.”

    Kepala Dinas Pendidikan Aceh Laisani mengatakan sekolah-sekolah yang melaksanakan UNBK dibagi dalam beberapa sesi sesuai komputer yang tersedia. Di seluruh Aceh, ada sebanyak 55.786 SMA/MA yang mengikuti UN, baik berbasis komputer maupun dengan menggunakan pensil. Jumlah SMA/MA di Aceh adalah 705 sekolah.

    Simak: Polres Solok Kawal Tersangka Pengedar Ganja Ikut UNBK

    Dari rincian data yang disampaikan, sebanyak 397 sekolah dengan 36.886 siswa mengikuti UN Berbasis Komputer, selebihnya sebanyak 308 sekolah dengan 18.900 mengikuti UN berbasis Kertas dan Pensil (UNKP). “Lebih banyak sekolah yang sudah berbasis komputer,” kata Laisani.

    Menurutnya, masih adanya sekolah yang menerapkan UNKP dikarenakan persoalan listrik yang kerap padam selama ini. Selain itu tidak terjangkaunya jaringan internet di kawasan-kawasan pelosok di Aceh dan juga kurangnya kesiapan sekolah dalam menerapkan ujian berbasis komputer.

    Lihat: Polisi Tuban Tangkap Mahasiswa Penjual Kunci Jawaban UNBK

    Pertama soal listrik yang kerap byar pet (padam-nyala) dalam sebulan terakhir, tidak ada koneksi jaringan internet dan terakhir kurang kesiapan sekolah untuk menerapkan UNBK. “Kami juga sudah koordinasi dengan PLN sebelumnya, agar tidak ada pemadaman selama ujian.”

    ADI WARSIDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.