Kumpulkan Tokoh Politik, Prabowo: Akan Ada Pertemuan Lanjutan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto berfoto bersama para tokoh nasional di sela pertemuan di kediamannya, Jakarta Selatan, Senin, 10 April 2017. Tempo/Yohanes Paskalis

    Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto berfoto bersama para tokoh nasional di sela pertemuan di kediamannya, Jakarta Selatan, Senin, 10 April 2017. Tempo/Yohanes Paskalis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah tokoh nasional di rumahnya untuk membahas perkembangan politik saat ini. Menurut dia, pertemuan semacam itu tak hanya akan dilakukan sekali ini.

    "Kita mulai pertemuan tak formal. Ini upaya membangun komunikasi antartokoh. Saya diminta fasilitasi, saya yang undang, tapi kami sepakat bergiliran melaksanakan acara semacam ini di tempat bergantian," ujar Prabowo di kediamannya, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 10 April 2017.

    Baca Juga: Prabowo Kumpulkan Tokoh Nasional, Hanya untuk Makan Malam?

    Pertemuan itu dihadiri jajaran politisi Partai Gerindra, seperti Ahmad Muzani dan Fadli Zon. Ada juga Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat sekaligus Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan; mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Amien Rais; Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman; dan politikus PKS, Hidayat Nur Wahid. Prabowo pun mengundang bos MNC Grup sekaligus Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo, dan penyanyi dangdut yang juga politikus Partai Idaman, Rhoma Irama.

    Prabowo tak gamblang menjelaskan intensi pertemuan tersebut. Namun dia tegas mengatakan para tokoh yang diundangnya memiliki komitmen yang sama dalam membangun Indonesia.

    "Tentu tak semua bisa menjadi konsumsi umum. Kami ingin dapat suatu pikiran yang jernih dalam rangka ingin mendapat sesuatu yang baik untuk bangsa," ucap Prabowo.

    Rhoma, saat keluar dari rumah Prabowo, tak menampik bahwa pertemuan itu juga membahas ketegangan dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta. Menurut dia, proses pilkada DKI kali ini berjalan tak biasa.

    "Sekarang ini ada seakan-akan pertentangan antaragama dan ras, sementara bangsa kita kan Bhinneka Tunggal Ika," tutur Rhoma.

    YOHANES PASKALIS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.