Kisah Cinta Mengharukan, Ditemukan Wafat Bersimpuh di Jasad Istri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi cinta. Sxc.hu/Suada Isaki

    Ilustrasi cinta. Sxc.hu/Suada Isaki

    TEMPO.CO, Manado - Janji sehidup semati mungkin sering didengar di dalam cerita seperti Romeo and Juliet atau sinetron atau film. Di Kota Manado, janji sehidup semati ini benar-benar terjadi antara pasangan Melky Lolaen, 39 tahun, dan Helmy Mokodongan, 38 tahun, warga asal Perumahan Griya Paniki Indah, Kelurahan Paniki Bawah Kecamatan Mapanget.

    Melky merupakan pengawal pribadi Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut yang berasal dari satuan polisi pamong praja. Suami istri ini ditemukan meninggal di dalam kamar mereka oleh orang tua dan adik kandung, Helmy, pada Sabtu 8 April 2017 tengah malam. Posisi keduanya pun begitu mengharukan. Sang istri, Helmy, tertidur di atas kasur sembari memegang perut. Sementara sang suami Melky, bersimpuh di lantai dengan kepala berada di kasur tepat di dekat jenazah sang istri.

    Berita lain: Menjelang Dilantik Jadi Hakim MK, Saldi Isra Lepas 3 Jabatan

    Diduga kuat sang istri meninggal terlebih dahulu. Melky yang dikenal sangat mencintai istrinya diperkirakan syok mengetahui istrinya wafat, dan akhirnya ikut meninggal tak kuasa menahan duka.

    Sejumlah tetangga di perumahan terbesar di Kota Manado ini tepatnya di jalan Flamboyan C, mengatakan Melky-Helmy menjadi inspirasi mereka terkait dengan rasa cinta dan sayang selama ini.

    "Kami benar-benar melihat bagaimana sebuah keluarga yang penuh kasih dan menjadi inspirasi kami. Ibu Helmy adalah seorang syamas (tokoh agama) yang benar-benar baik kepada semua orang. Begitu juga suaminya yang sangat mudah bergaul dengan siapapun. Kami benar-benar merasakan kesedihan mendalam," tutur Elshie Gosal, tetangga Helmy-Melky.

    Sementara, tetangga lainnya, Ronald Ginting, mengatakan kondisi kesehatan Helmy sering terganggu dan beberapa kali masuk rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. "Setahu kami memang ada gangguan kesehatan dan sering dirawat. Penyakitnya asam lambung akut," kata Ginting.

    Menurut Ginting, keduanya dikenal begitu baik dan menjadi panutan banyak keluarga di lingkungan tersebut. "Terkenal sangat baku sayang," kata Ginting kembali.

    Jasad mereka pertama kali ditemukan adik korban, Berry Mokodongan (27) serta kedua orang tuanya, Martha Solang dan Tjipto Mokodongan. Mereka mendapati rumah dalam keadaan gelap dengan pintu terkunci sejak sore hari. Tengah malam, adik korban, Berry, yang mulai curiga lalu memaksa membuka pintu dengan mendobraknya untuk masuk ke dalam rumah.

    Awalnya, keduanya dianggap sedang tertidur. Namun saat coba dibangunkan, tubuh kedua korban sudah dingin dan kaku. Setelah lampu dinyalakan, pasutri ini ternyata telah meninggal.

    Polsek Mapanget dan Polresta Manado yang mendapatkan informasi ini kemudian menurunkan tim Inafis ke lokasi kejadian. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh kedua korban, serta dugaan pembongkaran atau pencurian di rumah tersebut. Kedua korban lalu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Manado.

    Dalam proses otopsi, Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut dan Wakil Wali Kota Manado Mor D Bastiaan tampak hadir langsung di RS Bhayangkara.

    Sementara itu, Kapolsek Mapanget AKP Johanis Pagayang ketika dikonfirmasi mengatakan, belum diketahui penyebab kematian pasutri ini.  “Kami masih menunggu hasil visum dari rumah sakit untuk memastikan adanya tindak pidana atau tidak pada kematian kedua korban,” ujarnya.

    ISA ANSHAR JUSUF


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.