Ulama Perempuan Bakal Gelar Kongres Ulama di Cirebon  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Cheryl Ravelo

    REUTERS/Cheryl Ravelo

    TEMPO.CO, Jakarta - Ulama perempuan bakal menggelar Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) di Cirebon, Jawa Barat, pada 25-27 April 2017. Sebanyak 500 ulama perempuan diperkirakan hadir di Pondok Pesantren Kebon Jambu, Babakan Ciwaringin, Cirebon, selama kongres.

    Ketua panitia pengawas kongres, Badriyah Fayumi, mengatakan kongres ini mempertegas peran dan pengakuan ulama perempuan dalam persoalan kebangsaan yang aktual di ruang publik. "Tujuan kongres ini mengukuhkan keberadaan dan peran ulama dalam kesejarahan Islam di Indonesia," kata Badriyah di KiKine, Jakarta, Ahad, 9 April 2017.

    Baca: Menteri Khofifah: Islam Ajarkan Ada Bermacam Suku dan Agama

    Menurut dia, kongres ini sebagai ajang pertemuan ulama perempuan di Indonesia dalam menjawab berbagai isu. Nantinya, kongres akan memberikan rekomendasi kepada pemangku kepentingan. Beberapa isu tersebut adalah masalah kekerasan seksual, pernikahan anak, perusakan alam, ketimpangan sosial, dan radikalisme.

    Fasilitator kongres, Ninik Rahayu, mengatakan kongres bakal diisi dengan seminar internasional tentang ulama perempuan. Rencananya, beberapa narasumber bakal hadir dari Pakistan, Afganistan, Malaysia, Arab Saudi, dan Nigeria.

    Baca: LIPI: Indonesia Harus Punya Peran Perbaiki Citra Islam

    Ia juga menuturkan kongres ini bakal merumuskan fatwa ulama perempuan melalui musyawarah sebagai produk dalam kongres. "Pada saat yang sama akan diadakan sidang perumusan rekomendasi kongres," kata dia.

    Ia menargetkan peserta kongres mencapai 500 peserta yang meliputi akademisi, peneliti, dan pemerhati isu-isu keislaman dan perempuan. Meski begitu, ia mengatakan kepesertaan tidak hanya diisi perempuan tapi juga laki-laki. "Nanti bisa kami klarifikasi lagi kepesertaan untuk perimbangan," katanya.

    ARKHELAUS WISNU

    Baca: Populisme Islam (1): Turki Lebih Sukses Dibanding Indonesia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.