Kapolri Tegur Polisi yang Foto dengan 5 Mayat Begal: Tidak Etis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polresta Bandar Lampung berpose dengan lima terduga pelaku begal yang tewas ditembak. Facebook.com

    Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polresta Bandar Lampung berpose dengan lima terduga pelaku begal yang tewas ditembak. Facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian menilai aksi anggota Kepolisian Resor Kota Bandarlampung, Lampung yang berfoto di depan lima jenazah pelaku begal sebagai tindakan tidak etis.

    "Saya hargai mereka berhasil mengungkap perkara begal yang meresahkan masyarakat di sana. Setelah itu seharusnya tidak perlu ada foto seperti itu," ujar Tito di Jakarta, Kamis 6 April 2017.

    Baca: Buntut Polisi Foto dengan 5 Mayat Begal, Mabes Polri Turun Tangan  

    Menurutnya, tindakan polisi foto dengan mayat lima begal tersebut tidak humanis dan tidak profesional. Dalam foto yang menjadi viral di media sosial tersebut, belasan anggota kepolisian tampak berdiri dan ada pula yang berjongkok di depan jenazah para pelaku begal yang dijajarkan di tanah.

    Secara hukum, menembak mati diperkenankan sepanjang polisi berhadapan dengan pelaku tindak kejahatan yang membahayakan mereka. Namun aksi berfoto bersama jenazah pelaku tidak dibenarkan. Tito mengaku akan berangkat menuju Lampung pada Jumat 7 April 2017 untuk memberi arahan kepada para anggotanya di provinsi paling selatan Sumatera itu. "Tidak boleh lagi hal seperti itu terulang," ucapnya.

    Baca: Polisi Berfoto dengan 5 Begal yang Ditembak Mati, Menuai Kecaman

    Sebelumnya, tim Ranger Tekab 308 Polresta Bandarlampung menyergap kelompok begal dan pencurian kendaraan bermotor pada Sabtu 1 April 2017. Menurut Kapolresta Bandarlampung Kombes Murbani Budi Pitono, penyergapan yang dilakukan pukul 03.00 WIB di wilayah Kota Bandarlampung berlangsung dengan sengit, sebab pelaku melakukan perlawanan aktif dengan menembakkan senjata api rakitan ke arah petugas.

    Kelompok ini melakukan perlawanan aktif saat akan ditangkap, sehingga petugas memberikan tindakan tegas dan terukur. "Sempat tejadi baku tembak antara para pelaku dan petugas, hingga akhinya lima orang pelaku berinisial SF, JN, RK, IN dan HM yang seluruhnya warga Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur berhasil dilumpuhkan," kata dia. Kelima pelaku tewas saat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Bandarlampung.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.