Dapat Dukungan Eks Relawan Agus-Silvy, Djarot: Ini Amunisi Baru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, bersama seniman wayang orang Bharata, Aries Mukadi, di Sunter Agung, Jakarta Utara, 22 Maret 2017. TEMPO/Friski Riana

    Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, bersama seniman wayang orang Bharata, Aries Mukadi, di Sunter Agung, Jakarta Utara, 22 Maret 2017. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, menganggap deklarasi dukungan eks relawan Agus-Silvy sebagai amunisi baginya untuk memenangkan pemilihan kepala daerah DKI putaran kedua.

    "Dukungan (eks relawan) AHY akan membawa amunisi baru bagi seluruh teman-teman yang berjuang demi Jakarta tercinta," kata Djarot memberi sambutan di depan para relawan, Kamis, 6 April 2017.

    Baca: Soal Spanduk Jakarta Bersyariah, Tim Anies-Sandi: Itu Fitnah!

    Dalam sambutannya, Djarot juga mengajak warga mewujudkan pemerintahan yang bersih dari korupsi dengan datang ke tempat pemungutan suara untuk memilih pasangan nomor 2 pada 19 April 2017.

    Warga yang datang mengenakan baju kotak-kotak langsung memberikan tepuk tangan untuk Djarot. Selain itu, Djarot menganggap dengan adanya dukungan dari eks relawan Agus-Silvy, pasangan calon nomor urut 1, tersebut mendukung program kerja miliknya.

    Setelah memberikan sambutan, Djarot mengenakan baju kotak-kotak pada Ketua Komunitas Ahok-Silvy Wilayah Jakarta Timur, Mahmud Sulaiman. Kemudian, Djarot ungkapkan rasa terima kasihnya kepada warga Klender.

    Mahmud Sulaiman menjelaskan alasan mendukung Ahok-Djarot karena kinerjanya yang sudah terbukti.

    "Anies bagus, tapi kami pilih yang terbaik dan sudah melakukan (kerja) untuk warga DKI," ujar Mahmud kepada awak media.

    Kinerja Ahok-Djarot selama satu periode lalu dianggap bagus oleh Mahmud. Dia menjelaskan Ahok-Djarot sudah bisa menyentuh rakyat kecil. Mengenai perolehan suara, menurut Mahmud, di wilayah tersebut perolehan suara Anies-Sandi dan Ahok-Djarot hanya beda tipis.

    BENEDICTA ALVINTA | YY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK, Tudingan Kubu Prabowo - Sandiaga soal Pilpres 2019

    Pada 16 Juni 2019, Tim kuasa hukum Prabowo - Sandiaga menyatakan mempersiapkan dokumen dan alat bukti soal sengketa Pilpres 2019 ke Sidang MK.