Ricuh DPD, Sekjen DPD Bantah Bersekongkol dengan MA

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) terpilih Oesman Sapta Odang, Wakil Ketua I Nono Sampono dan Wakil Ketua II Darmayanti Lubis mengangkat tangan bersama saat jeda Sidang Paripurna DPD di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 4 April 2017. Paripurna DPD menetapkan Oesman Sapta menjadi Ketua DPD menggantikan Mohammad Saleh, Nono Sampono sebagai Wakil Ketua I, dan Darmayanti sebagai Wakil Ketua II. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) terpilih Oesman Sapta Odang, Wakil Ketua I Nono Sampono dan Wakil Ketua II Darmayanti Lubis mengangkat tangan bersama saat jeda Sidang Paripurna DPD di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 4 April 2017. Paripurna DPD menetapkan Oesman Sapta menjadi Ketua DPD menggantikan Mohammad Saleh, Nono Sampono sebagai Wakil Ketua I, dan Darmayanti sebagai Wakil Ketua II. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Daerah Sudarsono Hardjosoekarto mengatakan dirinya netral dalam kisruh di DPD. Ia menampik anggapan berpihak pada Oesman Sapta Odang meski saat bertemu dengan Mahkamah Agung ditemani senator asal Bali Gede Pasek. Oesman Sapta dan Gede Pasek sama-sama berasal dari Partai Hanura.

    Ia menjelaskan kedatangan Sekjen DPD ke MA sesuai tugasnya mewakili lembaga. Ia datang untuk memastikan kehadiran pihak Mahkamah Agung untuk melantik atau mengambil sumpah pimpinan terpilih.

    "Ini kunjungan yang biasa," kata Sudarsono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 6 April 2017.

    Baca: Kisruh DPD, Ahli Hukum: MA Melawan Putusannya Sendiri

    Sudarsono bercerita dalam pertemuan dengan para hakim MA membahas pula soal putusan MA dan kekisruhan di DPD. Mulanya, kata dia, hanya berbicara dengan dua wakil ketua MA. Beberapa saat kemudian diundang seluruh kepala-kepala kamar peradilan di MA.

    Ia meminta izin untuk ditemani salah satu anggota DPD yang hadir dalam sidang paripurna pada Rabu dini hari. Hal ini bertujuan agar ada saksi bila nantinya MA mengambil keputusan.

    "Kalau nanti hasilnya (diskusi) MA tidak melantik, siapa saksinya," ujar Sudarsono.

    Baca: Kisruh DPD, Hemas Gugat Sikap Mahkamah Agung  

    Menurut Sudarsono, alasan Pasek yang menemaninya karena di saat bersamaan Wakil Ketua DPD Farouk Muhammad meminta dibuatkan surat untuk MA. Untuk melayani permintaan Farouk itu, maka dirinya memerintahkan staf kesekjenan yang mulanya akan menemani dia untuk kembali ke DPD.

    "Nyesel juga saya suruh pak Adam pulang," kata dia.

    Sudarsono mengaku telah mencoba menghubungi anggota DPD yang lain, namun tidak mendapatkan jawaban. "Saya coba ke pak Bambang Sadono gak nyambung. Nyambunglah pak Pasek," tuturnya.

    Dirinya tidak mengundang Gusti Kanjeng Ratu Hemas dan Farouk Muhammad lantaran keduanya tidak ikut sidang. Saat itu Hemas sudah pergi sejak pada Selasa pukul 20.00 sementara Farouk meninggalkan ruang sidang pada Rabu sekitar pukul 00.00.

    "Jadi bukan ada persekongkolan antara MA dan Sekjen," kata Sudarsono.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.