Disebut Nazaruddin Terima Uang E-KTP, Anas: Dia Bisa Dapat Nobel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anas Urbaningrum, menggunakan masker saat tiba di gedung KPK sebelum menjalani pemeriksaan oleh penyidik, Jakarta, 10 Januari 2017. Terpidana kasus korupsi proyek Hambalang tersebut dimintai keterangannya dalam kasus e-KTP. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Anas Urbaningrum, menggunakan masker saat tiba di gedung KPK sebelum menjalani pemeriksaan oleh penyidik, Jakarta, 10 Januari 2017. Terpidana kasus korupsi proyek Hambalang tersebut dimintai keterangannya dalam kasus e-KTP. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta-Bekas Ketua Fraksi Demokrat di DPR, Anas Urbaningrum,
    mengatakan kesaksian mantan Bendahara Fraksi Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin yang mengatakan dirinya turut menerima aliran dana proyek e-KTP adalah fitnah.

    "Dalam persidangan kemarin, muka saya dikencingi. Rambut saya diberaki dengan keterangan-keterangan yang ada," ujar Anas saat memberikan kesaksian di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis, 6 April 2017.

    Baca: Bantah Terima Duit E-KTP, Begini Dalih Anas Urbaningrum

    Bekas Ketua Umum Partai Demokrat itu berujar keterangan Nazaruddin hanyalah cerita karangan belaka. Dia mengaku membaca berita acara pemeriksaan (BAP) Nazaruddin dan menemukan keterangannya banyak yang inkonsisten.

    Anas membantah pernah melakukan pertemuan atau mengadakan rapat dengan pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong untuk membahas anggaran pengadaan proyek KTP elektronik (e-KTP), seperti yang disebutkan Nazaruddin.

    Simak: Sidang E-KTP, Anas: Ketika Itu Saya Sibuk Hak Angket Bank Century

    Anas mengaku seumur hidupnya tak pernah bertemu dengan Andi. "Itu luar biasa bisa cerita detail seperti itu. Di luar bayangan saya. Kalau pengarang (Nazaruddin) bisa dapat hadiah nobel," ucap Anas.

    Dalam persidangan sebelumnya, Nazaruddin mengungkapkan bahwa Anas turut menerima sejumlah uang dari proyek pengadaan e-KTP. Bekas Bendahara Umum Partai Demokrat itu menyebut Anas  menerima fee Rp 20 miliar dari komitmen fee senilai Rp 500 miliar.

    Lihat: Sidang E-KTP, Anas Minta Dipertemukan dengan Nazaruddin

    Selain itu, Nazaruddin juga menyebut Anas menerima uang US$ 3 juta. Uang itu diduga diberikan pada Anas karena yang bersangkutan ikut membantu memuluskan proyek senilai Rp 5,9 triliun itu.

    DENIS RIANTIZA | KSW


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.