PDIP Lamongan dan Bojonegoro: Ibu Megawati Belum Saatnya Pensiun

Reporter

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri memekikan salam kebangsaan Merdeka ketika menyampaikan pidato politiknya pada acara pembukaan Rapat Kerja Nasional I PDI Perjuangan di Hall D2 Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Jakarta, 10 Januari 2016. ANTARA/Widodo S. Jusuf

TEMPO.CO, Lamongan-Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Bojonegoro dan Lamongan, Jawa Timur, meminta Ketua Umum Megawati Soekarnoputri tetap aktif di partai sampai jangka waktu tertentu.

Sebelumnya, Megawati mengatakan seharusnya pensiun sejak tahun lalu. Pernyataan itu dikeluarkan Megawati saat memberi arahan dalam rangka HUT ke-17 Banteng Muda Indonesia (BMI) di Menteng, Jakarta belum lama ini.

Baca: Megawati: Saya Sebetulnya Pensiun Tahun Lalu

“Ibu (Megawati) itu pemersatu. Belum saatnya pensiun,” ujar mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDIP Lamongan, Saim, Kamis, 6 April 2017.

Menurut Wakil Ketua DPRD Lamongan ini, Megawati harus tetap eksis untuk menjadi Ketua Umum PDI Perjuangan 2015-2020 sebagaimana amanat kongres partai berlambang banteng itu di Bali pada 2015 silam.

Mengenai sosok tokoh yang pantas menggantikan, menurut Saim, Megawati sendirilah yang punya kewenangan untuk menunjuk kader sebagai penerus ketua umum periode 2020-2025. Hal itu sesuai dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga partai sesuai dengan hasil Kongres Bali. ”Sudah diatur di ketentuan AD/ART,” ucapnya.

Simak: Megawati Pensiun, Apa Dampaknya bagi Kinerja Partai di Pilkada?

Sementara itu Sekretaris PDI Perjuangan Bojonegoro Doni Bayu Setiawan mengatakan belum ada respon massa di tingkat bawah menyikapi wacana pensiun Megawati. Bahkan, para kader juga tidak ada suara-suara untuk menyebut sosok penggantinya.”Gak ada itu,” kata Doni.

Megawati, kata Doni, sangat tahu dan paham dengan kondisi partai sekarang ini. Apalagi, Mega sudah lama duduk sebagai ketua umum. Artinya, kapan dan berapapun lamanya Mega menjadi ketua partai, para kader tetap tidak mempersoalkan. ”Ibu sangat paham,” katanya.

SUJATMIKO






Mantan Politikus PSI Rian Ernest Disebut Bakal Gabung ke Golkar

3 hari lalu

Mantan Politikus PSI Rian Ernest Disebut Bakal Gabung ke Golkar

Rian Ernest mengatakan ingin mengembangkan diri lagi di dunia politik. Berharap pilihannya berdampak baik untuk masyarakat.


Syarat Mendaftar Pantarlih Pemilu 2024, Apa Saja?

3 hari lalu

Syarat Mendaftar Pantarlih Pemilu 2024, Apa Saja?

Panitia Pemutakhiran Data Pemilih atau pantarlih salah satu badan yang membantu KPU


Eks Ketua PSI DKI Michael Victor Sianipar Resmi Gabung ke Perindo

6 hari lalu

Eks Ketua PSI DKI Michael Victor Sianipar Resmi Gabung ke Perindo

Michael Victor Sianipar sebelumnya merupakan Ketua DPW PSI DKI Jakarta dan mantan staf khusus Ahok


PPATK Sebut Rp 1 Triliun Lebih Hasil Tambang Ilegal Mengalir ke Partai Politik

9 hari lalu

PPATK Sebut Rp 1 Triliun Lebih Hasil Tambang Ilegal Mengalir ke Partai Politik

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan atau PPATK mengungkapkan ada lebih dari Rp 1 Triliun dana hasil pertambangan ilegal yang mengalir ke partai politik.


Kronologi Ridwan Kamil Gabung Partai Golkar, Kode Sudah Diberikan Jauh Hari

9 hari lalu

Kronologi Ridwan Kamil Gabung Partai Golkar, Kode Sudah Diberikan Jauh Hari

Ridwan Kamil gabung menjadi kader Partai Golkar, meski pernah gagalkan dukungan saat Kang Emil maju Pilgub Jabar lalu.


Sudah Dimulai, Simak Tahapan Pemilu 2024

11 hari lalu

Sudah Dimulai, Simak Tahapan Pemilu 2024

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah membuka tahapan Pemilihan Umum atau Pemilu 2024


Kilas Balik Sistem Proporsional Terbuka Berlaku Mulai Pemilu 2009, Ini Alasannya

18 hari lalu

Kilas Balik Sistem Proporsional Terbuka Berlaku Mulai Pemilu 2009, Ini Alasannya

Sistem proporsional terbuka digunakan mulai Pemilu 2009, yang sebelumnya memakai sistem proporsional tertutup. Mengapa?


Alasan Sistem Proporsional Tertutup Tak Digunakan Lagi Sejak Pemilu 2009

19 hari lalu

Alasan Sistem Proporsional Tertutup Tak Digunakan Lagi Sejak Pemilu 2009

Sistem proporsional tertutup terakhir digunakan pada Pemilu 2009. Mengapa sekarang PDIP buka wacana sistem proporsional tetutup lagi?


Menjelang HUT Ke-50, PDIP Gelar Makan Bersama 10.000 Masyarakat Jakarta

22 hari lalu

Menjelang HUT Ke-50, PDIP Gelar Makan Bersama 10.000 Masyarakat Jakarta

PDIP menggelar acara makan bersama 10.000 ribu orang di 10 titik di DKI Jakarta menjelang hari ulang tahun ke-50


Menjelang HUT PDIP, Hasto Cerita Pernah Tak Naik Kelas hingga Bagi-bagi Es Krim

22 hari lalu

Menjelang HUT PDIP, Hasto Cerita Pernah Tak Naik Kelas hingga Bagi-bagi Es Krim

Sekjen PDIP Hasto Kritiyanto menemui masyarakat dan anak-anak di kawasan Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta.