Gunung Dempo Waspada, Pusat Vulkanologi: Bisa Terjadi Hujan Abu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara Gunung Dempo yang sempat terbakar di Pagar Alam, Sumatera Selatan, 18 September 2015. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan ada perusahaan Malaysia yang diduga turut andil dalam pembakaran hutan di Indonesia. ANTARA/Nova Wahyudi

    Foto udara Gunung Dempo yang sempat terbakar di Pagar Alam, Sumatera Selatan, 18 September 2015. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan ada perusahaan Malaysia yang diduga turut andil dalam pembakaran hutan di Indonesia. ANTARA/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Bandung - Kepala Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunungapi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Gede Suantika mengatakan, lembaganya menaikkan status Gunung Dempo di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatah dari Normal menjadi Waspada (Level II).

    Menurut Gede, skenario terburuk letusan Gunung Dempo adalah terjadinya hujan abu yang mengandung belerang pekat yang bisa merugikan perkebunan teh. “Dampak terburuknay itu kebun teh kena hujan abu, dan penerbangan,” kata dia, Kamis, 6 April 2017 di Bandung.

    Baca : Status Gunung Dempo Jadi Waspada Letusan, Pendaki Dilarang ke Puncaknya

    Gunung Dempo memiliki dua puncak yakni Gunung Dempo ketinggian 3.049 meter dan Marapi Dempo di ketinggian 3.173 meter dari permukaan laut. Tercatat meletus terakhir tanggal 1 Januari 2009.

    Gunung ini memiliki karakteristik frekwensi letusan yang tidak teratur dengan periode antar letusan tidak tetap. Jarak antar letusan terpendek 1 tahun, dan terpanjang 26 tahun. Sifat letusan gunung ini melepaskan letusan freatik yang melontarkan lumpur belerang, dan material dari danah kawah dan biasanya jatuh hanya di sekitar kawah.

    Catatan PVMBG misalnya sepanjang 21-26 Maret 2017 terekam 50 kali gempat hembusan, 2 tremor menreus, dan 88 kali gempa vulkanik dalam dan 14 kali gempat tektonik jauh.

    Frekwensi gempa itu cenderung naik dari rekaman tanggal 17 Maret 2017 sampai 4 April 2017 terekam 54 kali gemap hembusan, tremor menerus, 28 kali gempa vulkanik dangkal, 39 kali gempa vulkanik dalam, dan 14 kali gempa tektonik jauh.

    AHMAD FIKRI

    Simak pula : Sidang E-KTP, Jaksa Singgung Singgung Soal Anak Setya Novanto


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK, Tudingan Kubu Prabowo - Sandiaga soal Pilpres 2019

    Pada 16 Juni 2019, Tim kuasa hukum Prabowo - Sandiaga menyatakan mempersiapkan dokumen dan alat bukti soal sengketa Pilpres 2019 ke Sidang MK.