Gunung Banda Api Waspada, Warga Diminta Mengungsi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah kapal Phinisi pengakut barang melintas di kawasan Gunung Api Banda, Banda Neira, Maluku, 21 Mei 2016. Letusan terakhir gunung api pada tahun 1988 ini tidak membuat warga menjauh dari Gunung bahkan sebagaian warga tinggal dan membangun rumah di Kaki Gunung.TEMPO/Iqbal Lubis

    Sebuah kapal Phinisi pengakut barang melintas di kawasan Gunung Api Banda, Banda Neira, Maluku, 21 Mei 2016. Letusan terakhir gunung api pada tahun 1988 ini tidak membuat warga menjauh dari Gunung bahkan sebagaian warga tinggal dan membangun rumah di Kaki Gunung.TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Bandung - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, menaikkan status Gunung Banda Api di Kabupaten Maluku Tengah, Kepulauan Maluku dari Normal menjadi Waspada (Level II). Kepala Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunungapi PVMBG, Gede Suantika mengatakan, aktivitas manusia terlarang dalam radius 1 kilometer dari puncak gunung api itu.

    “Dalam radius 1 kilometer itu ternyata ada penduduk, ada satu RT di dalam radius 1 kilometer itu harus keluar,” kata dia saat dihubungi Tempo, Kamis, 6 April 2017.

    Gede mengatakan, Gunung Banda Api merupakan pulau gunung api yang dihuni sekitar seribu orang warga. “Sebagian kecil dari seribu orang itu harus mengungsi karena tinggal di dalam radius 1 kilometer. Permukiman warga yang paling dekat dari puncak itu jaraknya sekitar 600 meter,” kata dia.

    Letusan terakhir Gunung Banda Api terjadi 9 Mei 1988. “Tipe letusannya eksplosif, menghasilkan kolom abu ke atas dengan ketinggain 3-5 kilometer. Letusannya agak besar, bisa mengganggu penerbangan. Diikuti aliran lava sampai ke laut, ke lereng sebelah timur,” kata dia.

    Gede mengatakan, saat letusan terakhir Gunung Banda Api pada 1988, seluruh warga diminta mengungsi dari pulau gunung api itu. “Zaman itu evakuasi berhasil, seribu orang lebih dievakuasi dari desa yang terkena aliran lava,” kata dia.

    PVMBG meminta pemerintah daerah setempat untuk mulai bersiap mengantisipasi skenario terburuk dari peningkatan aktivitas gunung Banda Api. “Kalau sudah ada kepulan-kepulan asap, harus ngungsi semua itu. Takutnya terjadi kayak dulu. Kita kosongkan pulau waktu itu,” kata dia.

    Peningkatan aktivitas Gunung Banda Api diduga terpengaruh gempa vulkanik yang terjadi di dekat gunung itu. “Pada 2-4 April terjadi gempa tektonik terasa dengan magnitudo kurang dari 4 Skala Richter menurut catatan BMKG. Itu terasa di sektiar Banda, kita belum dapat laporan apakah terasa sampai Ambon atau tidak. Setelah itu pada tanggal 5 April 2017 langsung terjadi peningkatan aktivitas gempa-gempa vulkanik,” kata dia.

    Menurut Gede, dengan dugaan akvitas gunung api terpicu langsung oleh gempa tektonik itu, diperkirakan langsung berpengaruh pada aktivitas magma di dalam gunung api itu. “Mungkin magmanya sudah penuh, jadi naik. Naiknya ini menimbulkan gempa-gempa vulkanik dalam. Itu perkiraannya. Tapi secara visual belum terlihat perubahan kepulan warna asap kawah kawah, masih normal,” kata dia.

    PVMBG memutuskan menaikkan status Gunung Banda Api dari Normal menjadi Waspada terhitung tanggal 5 April 2017 pukul 14.00 WIT. “Dengan mempertimbangkan kejadian tahun 1988 itu, kita naikkan status gunung itu menjadi Waspada dengan radius larangan beraktivitas 1 kilometer dari puncak. Walaupun secara visual belum ada tanda-tanda akan meletus,” kata dia.

    Pengamatan visual puncak Gunung Banda Api masih belum berubah. “Kepulan asap masih normal. Kepulan asap lemah tipis, dengan ketinggian sekitar 25 meter, dengan tekanan lemah. Sehari-harinya itu,” kata dia.

    Gunung Banda Api memiliki ketinggian 641 meter di atas permukaan laut. PVMBG mencatat gunung itu telah meletus sebanyak 20 kali. Letusan terakhir terjadi bulan Mei 1988, dengan letusan utama terjadi tanggal 9 Mei pukul 06.03 WIT dengan kolom letusan setinggi 3-5 kilometer disertai lontaran bom vulkanik berukuran besar.

    Letusannya di ikuti aliran lava ke arah timur, ke arah Banda Neira. Sejarah letusan Gunung Banda Api hampir selalu diikuti gempa terasa. Pada 2 Mei 1988 sebelum letusan terjadi, warga merasakan beberapa kali gempa terasa.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.