Ngobrol dengan Intel Singapura, Luhut Undang 10 Juta Turis Cina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Binsar Panjaitan saat coffee morning dengan sejumlah wartawan di kantor Menkopolhukam, Jakarta, 21 April 2016. Dalam acara ngobrol santai tersebut Luhut menyampaikan pesan kepada sejumlah wartawan. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Binsar Panjaitan saat coffee morning dengan sejumlah wartawan di kantor Menkopolhukam, Jakarta, 21 April 2016. Dalam acara ngobrol santai tersebut Luhut menyampaikan pesan kepada sejumlah wartawan. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyarankan pemerintah untuk mengundang 10 juta turis Cina masuk ke Indonesia. Menurut Luhut, wisatawan Cina sebagai turis yang menguntungkan secara ekonomi.

    "Yang paling gampang mendatangkan turis dari Cina. Per trip bisa menghabiskan $ 1.300. Maka saya bilang undanglah turis Cina ke Indonesia," kata Luhut di kampus Universitas Indonesia, Kota Depok,  Rabu  5 April 2017.

    Baca juga:

    Menata Manado, Memanjakan Wisman Cina 
    Rute Baru, Citilink Bakal Angkut 7.500 Turis Asal Cina

    Luhut menyarankan mendatangkan 10 juta turis Cina sampai tahun 2019.  Menurutnya, biaya turis Cina lebih menguntungkan dari turis Amerika.

    Selain itu, turis Cina yang datang ke Indonesia jauh lebih menguntungkan karena membuka lapangan kerja dan costnya lebih murah.

    "Tapi, di luar dipelesetkan Indonesia diinvansi oleh Cina," kata Luhut, yang karier militernya banyak bertugas di Kopassus.

    Luhut menjelaskan sebelumnya Jepang paling benci dengan Cina.  Saat ini, ujarnya, penilaian  orang Jepang  terhadap orang Cina berubah.

    Informasi tersebut Luhut peroleh dari rekannya yang pernah menjadi intel Singapura dan sekarang sebagai  Duta Besar Singapura untuk Jepang.

    "Saya makan siang sama dia, dan bertanya untuk mendatangkan 10 juta turis Cina ke Indonesia," ucapnya. "Mereka lebih kuat mengeluarkan uang."

    Menurut Luhut, orang Indonesia mesti diajarkan untuk melihat suatu masalah secara komprehensif dan jangan menutup mata.

    Luhut merujuk ke Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah dimana banyak  warga Cina bekerja di proyek smelter hasil tambang.

    "Pertumbuhan ekonominya di sana tumbuh 67 persen," ujar Luhut.  
    Di wilayah Morowali,  investor Cina menanamkan uang  $ 6 miliar dengan membangun lima smelter besar.

    Simak juga:

    Cina-Indonesia Saling Kenalkan Destinasi Wisata

    Luhut yang pernah menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Singapura menjelaskan satu smelter bisa menyerap tenaga kerja 20 ribu orang.

    "Dan akan dinaikan menjadi 30 ribu orang. Pekerja Cinanya awalnya 5.000, sekarang tinggal 2.500 orang. Lima tahun akan disisakan 1.000 orang," katanya.

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.