Jadi Base Latihan TNI AU, Penerbangan di Bandara Husein Terlambat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandara Husein Sastranegara Kembali Layani Penerbangan

    Bandara Husein Sastranegara Kembali Layani Penerbangan

    TEMPO.CO, Bandung - General Manager Bandara Husen Sastranegara PT Angkasa Pura II, Eko Prihadi mengatakan, Bandara Husein Sastranegara menjadi salah satu base untuk pesawat militer yang berlatih menjelang peringatan Hari Ulang Tahun TNI Angkata Udara pada 9 April 2017 nanti yang dipusatkan di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta. “Pagi tadi ada kegiatan sektiar 25 pesawat milik TNI yang akan dikonsentarikan ke Bandung untuk ulang tahun TNI AU,” kata dia saat dihubungi Tempo, Rabu, 5 April 2017.

    Eko mengatakan, AirNav juga mengeluarkan Notam soal aktivitas pesawat milik TNI AU itu menyebabkan penundaan sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandara Husein di Bandung. “Permitaan TNI AU itu untuk sejak kemarin tanggal 4 April sampai 7 April untuk latihan. Mereka minta di pagi hari dari jam 8 pagi sampai jam 11 siang,” kata dia.

    Baca juga:
    Terminal Baru Bandara Husein Siap Beroperasi

    Menurut Eko, penundaan yang terjadi pada sejumlah jadwal penerbangan pesawat selama tiga jam pagi tadi mempengaruhi rotasi pesawat yang singgah di Bandung. “Karena expected delay, sistem rotasi pesawat jadi masalah. Kalau dia kena delay berarti sejak di ‘point of origin’ tempat berangkatnya sudah tertunda,” kata dia.

    Eko mengatakan, situasi penundaan yang terjadi pada sejumlah maskapai itu membuat jadwal penerbangan menjadi tidak pasti. “Kami di sisi airport hanya bisa berkoordinasi dengan teman-teman di AirNav yang mengatur manajemen delay ini,” kata dia.

    Bagi penumpang yang hendak berngkat dari Bandara Husein hingga 7 April 2017 nanti, Eko menyarankan agar terus berhubungan dengan maskapainya masing-masing. “Karena expected delay ini, jadwal menjadi tidak pasti. Bisa delay, bisa saja on time. Lebih baik penumpang menanyakan pada airlines,” kata Eko.

    Eko mengatakan, terganggunya jadwal penerbangan di Bandara Husein terjadi sejak Senin, 3 April 2017. Saat itu penyebabnya landasan pacu sempat berlubang. “Landasan itu rusak karena perilku peawat yang sudah dilarang untuk muter one way lock, jalur biasanya hancur. Di semua areal landasan itu yang boleh hanya di ujungnya, tapi seringkali kita tidak bisa pantau karena yang memantau itu AirNav,” kata dia.

    Perbaikan landasan rompal itu sudah tuntas dikerjakan, Selasa, 4 April 2017 lalu. “Landasan sudah kita perbaiki. Kemarin bandara sempat di close 2 jam, kita benahi. Sudah selesai,” kata Eko.

    Eko mengatakan, PT Angkasa Pura II sudah mengusulkan pada TNI AU sebagai pemilik landasan untuk diperbolehkan memasang CCTV untuk mengawasi pesawat yang berada di landasan pacu untuk mencegah peristiwa serupa terulang. “Tapi ini menyangkut instalasi militer, perlu penanganan khusus. Kita masih tunggu izinnya,” kata dia.

    Dari situs Bandara Husein Sastranegara mengumumkan sejumlah jadwal penerbangan ditunda. Diantaranya penundaan jadwal kedatangan penerbangan Lion Air pukul 08.50 WIB dari Medan, serta kedatangan Wings Air pukul 10.25 dari Bandar Lampung. Sejumlah penerbangan ada yang dibatalkan diantaranya penerbangan maskapai Citilink dari Denpasar dan Medan.

    Sementara sejumlah jadwal penerbangan dari Bandung juga mengalami penundaan diantaranya pesawat Wings Air menuju Solo yang sedianya berangkat pukul 08.55 WIB, serta ada juga diantaranya pembatalan penerbangan seperti pesawat Citilink menuju Medan pukul 09.05.

    Penerbangan internasional di Bandara Husein Sastranegara juga mengalami penundaan. Diantaranya Pesawat Malindo Air menuju Kualalumpur puul 10.10. Lalu penerbangan Malindo Air dari Kualalumpur menuju Bandung diantaranya mengalami penundaan.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.