Megawati Pensiun, Apa Dampaknya bagi Kinerja Partai di Pilkada?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (kanan) bersama Menteri PMK Puan Maharani (kiri) menunjukkan tanda tinta di jari kelingking saat menggunakan hak pilih, di Jakarta, 15 Februari 2017. Pilkada DKI Jakarta diikuti tiga pasang calon yaitu Agus-Sylvi, Ahok-Djarot dan Anies-Sandi dan dilakukan secara serentak. ANTARA FOTO

    Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (kanan) bersama Menteri PMK Puan Maharani (kiri) menunjukkan tanda tinta di jari kelingking saat menggunakan hak pilih, di Jakarta, 15 Februari 2017. Pilkada DKI Jakarta diikuti tiga pasang calon yaitu Agus-Sylvi, Ahok-Djarot dan Anies-Sandi dan dilakukan secara serentak. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Kediri – Pernyataan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk pensiun ditanggapi positif oleh pengurus partai. Hal itu juga dipastikan tidak akan mempengaruhi kinerja partai yang telah solid hingga di akar rumput, termasuk pilkada.

    Ketua Badan Pemenangan Pemilihan Umum (Bapilu) DPD PDIP Jawa Timur Sonny T. Danaparamita mengatakan pernyataan Megawati untuk mengundurkan diri dari posisi ketua umum partai adalah perwujudan PDIP sebagai partai ideologis yang meletakkan kaderisasi dan regenerasi sebagai hal yang utama.

    “Saya memaknai pernyataan ketua umum sebagai sebuah motivasi kepada kader bahwa segala hal memiliki dimensi ruang dan waktu,” kata Sonny kepada Tempo, Rabu 5 April 2017.

    Baca: Megawati: Saya Sebetulnya Pensiun Tahun Lalu  

    Mantan Sekjen Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ini tak membantah jika kondisi obyektif di internal PDIP hingga kini masih menempatkan Megawati sebagai figur utama. Bahkan fakta sejarah kongres partai yang memilih Megawati sebagai ketua umum bukan hanya sekedar musyawarah mufakat, melainkan juga terpilih secara aklamasi.

    Di tangan Ketua Umum PDIP ini pula para negarawan dan pemimpin lahir dalam proses siklus kepemimpinan, baik nasional maupun daerah. “Bagi PDIP, Ibu Megawati adalah kader partai yang menginspirasi, pemersatu, dan uswatun hasanah bagi semua orang,” kata Sonny.
    Ketum PDI P, Megawati Soekarnoputri meneriakkan salam kebangsaan ketika menyampaikan pidato politiknya pada acara HUT ke-44 PDI Perjuangan di JCC, Senayan, Jakarta, 10 Januari 2017. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Lantas sejauh mana pengunduran Megawati Soekarnoputri ini berpengaruh pada proses pemilu partai ini ke depan? Dengan tegas Sonny mengatakan tidak akan berpengaruh apapun pada proses politik partai, termasuk pilkada. Ini lantaran kepemimpinan Megawati selama ini dititikberatkan pada penguatan sistem partai yang dibangun berdasarkan ideologi. Konstruksi partai yang kokoh menjadi jaminan tidak adanya dampak apapun atas pergantian kepemimpinan di masa datang.

    Baca: Mega Ingin Pensiun dari Ketua Umum PDIP, Kalla: Mungkin Jenuh

    Adapun Presiden RI ke-5 sekaligus Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengatakan seharusnya dia pensiun sejak tahun lalu. Megawati mengeluarkan pernyataan tersebut saat memberi arahan dalam rangka HUT ke-17 Banteng Muda Indonesia (BMI) di Menteng, Jakarta beberapa waktu lalu.

    "Orang bilang masa Bu Mega terus jadi ketua umum. Saya sebetulnya (harusnya) pensiun tahun lalu karena tidak mudah memimpin di Republik ini (Indonesia)," tutur Megawati kepada anggota BMI yang hadir, Kamis, 30 Maret 2017.

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka yang Dianggap Layak Jadi Menteri, Tsamara Amany Disebut

    Nama-nama yang dianggap layak menjabat menteri kabinet Jokowi - Ma'ruf kuat beredar di internal partai pendukung pasangan itu. Tsamara Amany disebut.