Potensi Longsor Mirip di Ponorogo, Bojonegoro Awasi 10 Kecamatan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melihat mobil yang tertimbun reruntuhan rumah akibat bencana longsor di Desa Banaran, Pulung, Ponorogo, Jawa Timur, 1 April 2017. Longsor ini menyebabkan tiga warga luka berat dan puluhan lainnya luka ringan. ANTARA/Siswowidodo

    Warga melihat mobil yang tertimbun reruntuhan rumah akibat bencana longsor di Desa Banaran, Pulung, Ponorogo, Jawa Timur, 1 April 2017. Longsor ini menyebabkan tiga warga luka berat dan puluhan lainnya luka ringan. ANTARA/Siswowidodo

    TEMPO.CO, Bojonegoro - Ada 10 kecamatan dari total 28 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, masuk kategori daerah rawan tanah bergerak. Di area perbukitan bisa berujung terjadinya longsor.

    ”Kita minta warga waspada,” ujar Bupati Bojonegoro Suyoto, dalam release yang diterima Tempo Selasa petang 4 April 2017.

    Untuk itu, lanjut Bupati Suyoto, Pemerintah Bojonegoro, melakukan peringatan dini, jika terjadi pergerakan tanah. Terutama pada saat curah hujan tinggi, yang terjadi dalam empat hari terakhir ini.

    Baca : BNPB Peringatkan Potensi Longsor Susulan di Ponorogo

    Isi peringatan dini, agar instansi yang bersinggungan dengan penanganan bencana, untuk sigap dan tanggap. Acuan Bojonegoro masuk rawan tanah bergerak, berasal dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung. “Tentu data kami berdasar,” papar dia.

    Sedangkan 10 kecamatan yang masuk kategori daerah rawan tanah bergerak, yaitu, Kecamatan Trucuk, Sugihwaras, Bubulan, Malo, Margomulyo, Temayang, Tambakrejo, Purwosari, Kasiman dan Ngambon.

    Di luar itu, juga ditambah empat kecamatan yang juga tanahnya labil bergerak. Yaitu Kecamatan Kedewan, Sukosewu, Sekar dan Gondang. Lokasi ke 10 kecamatan itu, sebagian besar daerah perbukitan dengan rata-rata ketinggian 100 hingga 500 meter dari permukaan air laut. Lokasinya berada di sebelah tenggara, selatan, barat daya, dan utara Kota Bojonegoro.

    Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Heru Sugiharto mengatakan, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyebutkan, sudah ada peringatan dini ke desa-desa di 10 kecamatan tersebut. Intinya memberikan peringatan terus-menerus ke masyarakat, atas rawannya terjadi pergerakan tanah.”Tentu kita sampaikan,” ujarnya pada Tempo Selasa 4 April 2017.

    Simak : Tebal Material Longsor Ponorogo 50 Meter, Evakuasi Makin Sulit

    Selain itu, lanjutnya ada sejumlah daerah di Bojonegoro, yang lokasinya berada di dataran tinggi. Seperti di Kecamatan Gondang, Temayang, Margomulyo, juga Kedewan. Tingkat kemiringan tanah di perbukitan dan juga beberapa titik daerah rawan longsor. Makanya, pada saat puncak hujan tinggi, tim dari BPBD, Dinas Pekerjaan Umum dan lainnya, untuk terus melakukan pemantauan di areal potensi bencana.

    Seperti diketahui Banjir disertai lumpur melanda beberapa desa di tiga kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa 4 April 2017. Menyusul hujan deras disertai angin yang terjadi lebih dari dua jam lamanya, pada Senin 3 April 2017.

    SUJATMIKO

    Video Terkait:
    Tiga Korban Longsor Ponorogo, Tim SAR Terus Melakukan Pencarian
    Longsor Hancurkan Rumah Sopir, 2 Anaknya Terluka, Satu Meninggal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.