Zakir Naik Bimbing Peserta yang Ayahnya Kristen dan Ibunya Muslim  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cendekiawan muslim, Zakir Naik, memberikan pemaparan saat kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), DI Yogyakarta, 3 April 2017. Selama mengunjungi Indonesia Zakir Naik melakukan dakwah di sejumlah daerah antara lain di Bandung, Yogyakarta, Ponorogo, dan Makasar. ANTARA FOTO

    Cendekiawan muslim, Zakir Naik, memberikan pemaparan saat kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), DI Yogyakarta, 3 April 2017. Selama mengunjungi Indonesia Zakir Naik melakukan dakwah di sejumlah daerah antara lain di Bandung, Yogyakarta, Ponorogo, dan Makasar. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Ponorogo - Penceramah asal India Zakir Abdul Karim Naik alias Zakir Naik menjawab pertanyaan seorang wanita yang bimbang dengan kepercayaannya dalam ceramah di Ponorogo, Jawa Timur, Selasa malam, 4 April 2017. Zakir pun membimbing wanita tersebut hingga akhirnya membaca dua kalimat syahadat.

    Sekitar 1.500 tamu menghadiri acara bertajuk Religion in Right Perspective di Universitas Darussalam (Unida) Gontor, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Selasa malam, 4 April 2017. Sebagian hadirin adalah non-muslim.

    Baca juga: Safari Zakir Naik di Makssar, Panitia Siapkan 2 Lokasi Peserta

    Hadirin dari kalangan non-muslim mendapatkan prioritas bertanya. Seorang perempuan menanyakan tentang kebimbangan hatinya lantaran hidup dalam keluarga yang berbeda agama. Ayahnya Kristen dan ibunya Muslim.

    “Pada usia 8 tahun saya dibaptis oleh bapak saya,’’ kata perempuan yang tidak bersedia menyebutkan namanya di hadapan Zakir Naik dan hadirin yang lain. Selain itu, dia juga menutupi wajahnya dengan kerudung.

    Hingga kini, ia merasa tidak mendapatkan ketenangan hati. Meski telah dibaptis, ia tidak pernah sembahyang di gereja. Apabila mengaku muslim, perempuan itu juga tidak pernah salat. “Apakah saya ini Kristen atau Islam,’’ tanya dia sembari menangis.

    Zakir Naik menjawab kegundahan perempuan itu. Menurut dia, permasalahan serupa seringkali ditanyakan sejumlah hadirin dalam kegiatan bertajuk Zakir Naik Visit Indonesia 2017 di daerah lain. “Kebanyakan hal (termasuk memeluk suatu agama) karena ikut-ikutan keluarga,’’ ujar Zakir.

    Simak pula: Zakir Naik Malam Ini di Ponorogo, Panitia Undang 40 Ribu Tamu

    Namun, menurut dia, tolok ukur kesuksesan seorang adalah mampu memilih sesuai kemantapan hatinya. Sukses bukan dilihat dari besar pendapatan yang didapat, gelar, maupun kepandaian dalam ilmu pengetahun. Penjelasan itu membuat perempuan non-muslim yang bertanya terbuka hatinya. Hingga akhirnya dia membaca syahadat yang dibimbing Zakir Naik.

    Kunjungan Zakir Naik ke Ponorogo merupakan bagian dari serangkaian kegiatan dakwah di sejumlah daerah di Indonesia. Kota maupun kabupaten yang dikunjungi dalam ceramah bertajuk Zakir Naik Visit Indonesia 2017 itu adalah Bandung, Yogyakarta, Ponorogo, Bekasi, dan Makasar.

    NOFIKA DIAN NUGROHO

    Video Terkait:
    Fakta-fakta tentang Zakir Naik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.