Rektor Unair Nonaktifkan Wakil Dekan yang Diduga Cabuli Remaja  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi (atoday.com)

    Ilustrasi (atoday.com)

    TEMPO.CO, Surabaya – Universitas Airlangga (Unair) Surabaya memberhentikan sementara Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran Gigi, Ketut Sudiarta, yang diduga mencabuli remaja laki-laki, Sabtu, 1 April 2017. “Pak Ketut kami berhentikan sementara supaya beliau bisa fokus untuk mengurus persoalan hukum,” kata Rektor Unair Mohammad Nasih kepada Tempo di gedung Fakultas Hukum, Selasa, 4 April 2017.

    Nasih mengatakan pihaknya tengah mengumpulkan informasi dan turut menelusuri kebenaran kasus tersebut. Sebab, pihak kampus mendapati beberapa versi kejadian. Unair masih mendalami versi mana yang paling mendekati kebenaran untuk nanti dijadikan pijakan dalam mengambil tindakan yang diperlukan. “Kami sudah memanggil Dekan FKG sebagai atasan dari pak Wadek untuk mem-backup kegiatan-kegiatan yang beliau tinggalkan,” ujarnya.

    Baca: Satpam Rumah Sakit Diduga Cabuli Siswi SD di Depok

    Di sisi lain, Nasih mengaku tak menyangka kasus ini dialami oleh anggota sivitas akademika Unair. Menurut dia, Wakil Dekan FKG tersebut tak menunjukkan tanda-tanda penyimpangan seksual. “Kesehariannya biasa saja, kerjanya juga profesional. Normal-normal saja, punya istri dan dua anak,” tuturnya.

    Meski begitu, Unair menyatakan siap memberikan bantuan hukum apabila diminta. “Tapi sejauh ini belum diminta. Katanya beliau sudah punya tim hukum sendiri.”

    Simak: Cabuli 2 ABG Sekaligus, Buruh Ini Ditangkap

    Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya menahan Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Ketut Suardika. Ia diduga melakukan tindak pencabulan terhadap JS, 16 tahun, saat berada di ruang sauna pusat kebugaran Celebrity Fitness Mal Galaxy, Surabaya, Sabtu, 1 April 2017.

    Pihak manajemen kemudian menghubungi Polsek Mulyorejo dalam laporan perkara 292 KUHP tentang pencabulan. Malam itu juga dia ditetapkan tersangka oleh polisi.

    Lihat: Manfaatkan Fobia Korban, Ayah Tiri Ini Cabuli Anaknya

    Tersangka disebut melanggar Pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ia diancam hukuman penjara paling lama 15 tahun dan paling singkat 5 tahun.

    Pihak kepolisian menyita sejumlah barang bukti, yakni selembar kartu Celebrity Fitness atas nama tersangka, dua handuk warna putih, dan rekaman CCTV.

    ARTIKA RACHMI FARMITA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.