Tim Pengacara Kasus Makar Mengadu ke Komnas HAM  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Manager Nasution (komnas ham) dan Ahmad Michdan (koordinator tim pengacara muslim) di kantor Komnas HAM, 4 April 2017. Tempo/Bayu Putra

    Manager Nasution (komnas ham) dan Ahmad Michdan (koordinator tim pengacara muslim) di kantor Komnas HAM, 4 April 2017. Tempo/Bayu Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Ahmad Michdan, koordinator tim pengacara muslim, hari ini, Selasa, 4 April 2017, meminta Komnas HAM mengeluarkan rekomendasi penangguhan penahanan terhadap Sekjen FUI, Al Khaththath.

    Ia mengatakan ada pelanggaran hak asasi terkait penangkapan Al Khaththath. "Kalau konteksnya makar, harus melalui pembuktian sedemikian rupa," kata Ahmad Michdan.

    Baca juga:
    Kronologi Lengkap Penangkapan Sekjen FUI Menjelang Aksi 313|
    Polisi: Sekjen FUI Al Khaththath Ditangkap dengan Dugaan Makar

    Dari 34 pertanyaan yang diajukan oleh Mako Brimob Depok kepada Al Khaththath, menurut Michdan tidak ada bukti makar, hanya ditemukan 19 alat bukti.

    Alat bukti itu termasuk poster, spanduk, daftar hadir muzakarah ulama, dua laptop, 3 ponsel, dan uang Rp 18 juta dengan Rp 1 juta di dompet al khaththath, sisanya di tas.

    "Yang menarik, ada kasus penista agama, seperti kasus Permadi, yang langsung ditahan. Proses hukum penistaan agama kali ini diskriminatif. Kalau kasus ustad (al khaththath) ini belum cukup transparan, jangan ditahan dulu, lah," ujar Ahmad Michdan

    BAYU PUTRA  I  S. DIAN ANDRYANTO

    Video Terkait:
    Diperiksa Terkait Makar, Hatta Taliwang: Ngobrol soal Catur


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.