Kasus E-KTP, Nazaruddin Yakin Politikus Demokrat Terima Duit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Saksi Muhammad Nazaruddin dalam sidang proyek pengadaan e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta. EKO SISWONO T

    Saksi Muhammad Nazaruddin dalam sidang proyek pengadaan e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta. EKO SISWONO T

    TEMPO.COJakarta - Mantan Bendahara Fraksi Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, menyatakan duit e-KTP mengalir ke sejumlah politikus Partai Demokrat. Salah satunya Khatibul Umam Wiranu. Ia menyebut Khatibul menerima duit proyek e-KTP sebesar US$ 400 ribu. “Dia mau maju menjadi Ketua Gerakan Pemuda Ansor,” kata Nazaruddin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Senin, 3 April 2017. 

    Nazaruddin menyebut bantuan itu diberikan untuk memenangkan pencalonan Khatibul menjadi Ketua GP Ansor. Saat itu uang US$ 400 ribu diserahkan di Surabaya karena kongres berlangsung di daerah itu. Uang diambil melalui sekretaris Nazaruddin, Eva Ompita Soraya. Waktu penyerahan, ia bersama Anas Urbaningrum tengah menghadiri musyawarah daerah Partai Demokrat di Bali.

    Baca: 
    Nazaruddin Ungkap Peran Anas Urbaningrum dalam Kasus E-KTP
    Sidang E-KTP, Kurir Ini 4 Kali Bawa Duit dari Adik Andi Narogong

    Dalam persidangan kelima kasus e-KTP itu Khatibul pun datang. Ia mengakui pernah mencalonkan diri menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor. Ia menuturkan, pemilihan berlangsung di Surabaya pada 2011. Namun saat itu ia kalah karena hanya mendapatkan 30 dari 400 suara. 

    Khatibul menepis telah menerima uang dari Nazaruddin. Ia mengaku tidak memerlukan dana dalam pencalonan. Sebelumnya, di organisasi itu, ia memegang jabatan di bidang ideologi. Sehingga ia berperan menanamkan ideologi-ideologi sebagai pemuda Ansor. Menurut dia, tidak masalah apabila kalah asal tetap mendapat dukungan setia.

    Simak pula: Longsor Ponorogo, Begini Warga Trauma dan Ingin Relokasi

    “Tidak pernah terima uang dari Nazaruddin. Saya siap dikonfrontasi dengan Nazaruddin,” ujar Khatibul. Dalam sidang yang berlangsung hingga malam itu jaksa meminta Nazaruddin dan Khatibul dikonfrontasi. 

    Saat dipertemukan, Khatibul justru meminta Nazaruddin memberi detail pertemuan di Surabaya, yang disebut ada penyerahan uang. Namun Nazaruddin tetap pada kesaksian awal. Ia berkukuh memiliki bukti catatan-catatan pengeluaran US$ 400 ribu untuk Khatibul. 

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berkas yang Diterima dan Dalil yang Ditolak Sidang MK Pra Skors

    Inilah berkas perbaikan Tim Hukum Prabowo - Sandiaga terkait sengketa Pilpres yang diterima dan sejumlah dalil yang ditolak Sidang MK, 27 Juni 2019.